Eh Ketahuan, Tender Proyek di PU Kota Pontianak “Wajib Setor”

| Share on Facebook
IMG_20160305_192857

Ipung (baju merah), Direktur CV Soraya Berkah, ketika menyampaikan protes di halaman kantor PU Kota Pontianak, Jumat (4/3)

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Tidak terima dengan keputusan panitia lelang menggugurkan perusahaannya dalam tender proyek di Bidang Sumber Daya Air (SDA) PU Kota Pontianak, salah satu peserta lelang, Ipung, melakukan aksi protes.

Ia mensinyalir ada permainan pihak panitia lelang sehingga perusahaannya dizalimi. Buktinya, kata Ipung, perusahaan miliknya yang sudah lengkap secara administasi bisa digugurkan. “Tapi ada  perusahaan lain tidak lengkap dan menawar lebih rendah malah dimenangkan. Sepertinya lelang di Dinas PU ini ada pengkondisiaan,” kata Ipung di halaman Kantor PU Kota Pontianak, Jumat (04/03).

Bahkan kata dia, ada 1 orang peserta yang ketahuan memiliki 4 perusahaan. Yakni, CV G, CV TPJ, CV S dan CV NP. “Bagaimana bisa 1 orang memiliki 4 perusahaan,” tanya Ipung kepada Panitia Lelang.  Parahnya lagi, sambungnya, setiap paket proyek harus setor 10 persen kepada oknum pejabat di Dinas PU.  “Kalau tidak setor kedepannya tidak dapat proyek,” ungkap Ipung yang diamini oleh rekannya sesama kontraktor. “Budayanya memang begitu dan bukan rahasia lagi,” celetuk teman sebelahnya.

Untuk itu, pemilik CV Soraya Berkat itu meminta kepada panitia untuk melakukan tender ulang. Apabila tidak dilakukan, ia mengancam akan menempuh jalur hukum atau melakukan sanggahan sesuai mekanisme yang berlaku.

Menurut penuturan kontraktor yang mengenakan baju pink itu, bahwa jumlah paket yang saat ini sudah dinyatakan ada pemenang di Dinas PU Kota Pontianak sudah ratusan paket dengan pagu anggaran mencapai Rp 20 miliar.

Dimintai komentarnya secara terpisah, salah satu anggota panitia lelang Andreas Sawi membantah tudingan yang ditujukan kepada pihak panitia. “Itu tidak benar (pengkondisian), lelang dilaksananakan sudah sesuai ketentuan dan mekanisme yang ada. Kalau ada kontraktor yang merasa tidak puas dengan hasil keputusan lelang silahkan menggugat melalui media yang ada yaitu bisa melakukan sanggahan,” pinta Andreas.

Begitupun halnya dengan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PU Kota Pontianak  Hendra, ia pun membantah soal wajib setor 10 persen. “Tidak benar itu dan tidak ada,” elak Hendra dengan wajah sedikit kikuk.  (Novi)

(dibaca 1277 X)