Evaluasi Program BPJS Kesehatan di Kalbar

| Share on Facebook

12 mei (1)LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Deputi Menkokesra RI Bidang Koordinasi Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat, DR. Chazali H. Situmorang, APT, MSc, PH mengatakan evaluasi pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Kalbar sesuai dengan undang-undang 40 tahun 2004 dan undang no 24 tahun 2011, untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan BPJS kesehatan ini berlangsung dengan berbagai dinamikanya dalam 3 bulan terakhir. “Terutama kita menyoroti dari segi cakupan kepesertaan dan bagaimana provider itu melakukan pelayanan,” ujar Chazali di salah satu hotel di Pontianak belu lama ini.

Ia mengungkapkan, dirinya kerap memantau banyaknya complain dari media masa. “Banyaknya pasien yang antri di puskesmas, rumah sakit, dan BPJS kesehatan untuk mendapatkan kartu BPJS. Nah, ini kita mau lihat sejauh mana. Kalau di tingkat pusat kita sudah dapat gambaran, tetapi kita juga ingin tahu gambaran di tingkat provinsi dan kabupaten/kota bagaimana dinamikanya,” jelas Chazali.

Untuk itulah, kata dia, berbagai stakeholders diundang untuk bisa menyampaikan misi tersebut dan mendapat masukan dari para peserta. Yang kedua, lanjutnya, disamping evaluasi, juga sekaligus sebagai sosialisasi. “Hal-hal yang mungkin belum jelas, di forum ini bisa diperjelas, yang menyangkut informasi-informasi terbaru tentang berbagai perubahan mekanismea, aturan, kapitasi, dan lainnya,” ulas Chazali.

Dijelaskannya, Kemenkokesra RI, khususnya deputi yang melingkupi perlindungan sosial, akan mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Keluarnya Perpres No 32 tahun 2014 tentang dana kapitasi yang ke puskesmas, boleh langsung disalurkan oleh BPJS Kesehatan ke puskesmas tanpa harus masuk ke kas daerah. “Sehingga puskesmas bisa langsung menggunakan dana itu untuk kepentingan pelayanan jaminan kesehatan. Selama ini, kalau ikut aturan keuangan daerah dana itu tidak boleh langsung ke puskesmas harus masuk dulu ke kas umum daerah, dari kas umum daerah nah ini baru disalurkan. Nah, ini biasanya waktunya cukup lama,” terang Deputi Kemekokesra RI. (novi)

(dibaca 858 X)