Festival Meriam Karbit Meriahkan Idul Fitri 1437 H di Kalbar

| Share on Facebook
Sulut Meriam Karbit

Gubernur Kalimantan Barat, CornelisDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... » bersama Kapolda KalbarUpacara Tradisi Pisah Sambut Kapolda Kalbar. Lanjut Baca ... », Brigjen Pol Musyafak dan sejumlah pejabat lainnya saat menyulut meriam pertama tanda dimulainya Festival Meriam Karbit 2016, di tepian Sungai Kapuas kawasan banjar serasan, Jl Tanjung Raya 2, Pontianak timur, Selasa (5/7/2016) malam

Cornelis :  Tradisi Melayu Kalbar Itu Harus Go Mancanegara

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Pada perayaan Idul Fitri 1437 H / 2016 M, Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH, bersama Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Andika Perkasa, dan Kapolda Kalimantan Barat Brigjen Pol. Musyafak menghadiri sejumlah rangkaian agenda malam takbiran. Usai menyerahkan bantuan kepada sejumlah panti asuhan dan  melakukan pemukulanKaki Tangan AK Aniaya Sariansyah. Lanjut Baca ... » Bedug serta menyulut meriam karbit  di istana rakyat Kalbar, Gubernur bersama rombongan menuju lokasi pembukaan Festival Meriam Karbit dengan kapal Dit Polair Polda Kalbar dari Alun Kapuas menuju Banjar Serasan. Kedatangan orang nomor satu di Kalbar beserta rombongan Gang Muhajirin Kelurahan Banjar Serasan, Pontianak Timur itu disambut Walikota Pontianak Sutarmidji.

Usai membuka Festival Meriam Karbit, Gubernur Cornelis mengungkapkan bahwa tradisi permainan meriam karbit yang dimainkan menjelang lebaran, sudah ada sejak jaman dahulu. “Meriam Karbit merupakan tradisi Melayu Kalbar untuk mengusir setan agar tidak mengganggu,” ujar Cornelis, Selasa (5/7) malam.

Kepada peserta festival, ia berjanji akan memberikan hadiah sebesar Rp10 juta kepada siapa yang nantinya menjadi pemenang Festival Meriam Karbit yang dilaksanakan di sepanjang tepian Sungai Kapuas dalam tangka menyambut Idul Fitri 1347 H.  “Untuk yang juara satu saya akan kasih hadiah Rp10 juta,” kata Cornelis.

Dalam kesempatan itu manta Bupati Landak itu berpesan, agar tradisi Meriam Karbit terus dilestarikan dan dikemas semakin baik, karena hal tersebut merupakan budaya tradisional yang bisa ditawarkan kepada turis baik nasional maupun mancanegara. “Beritahu dunia kalau di Pontianak setiap lebaran ada Meriam Karbit, yang bunyinya hampir sama seperti rudal atau stinger. Begegar lutut sampai ke telinga, kalau jantung alang-alang (tidak kuat red) usah dekat, jauh-jauh jak,” pesan Cornelis dengan logat Melayu Pontianak.

Permainan meriam karbit, kenang dia, telah ada sejak dirinya masih kecil. “Saat itu permainan meriam menggunakan bambu yang ditiup. Saat menyala dan tidak hati-hati dapat membakar bulu mata. Jadi ini memang sudah tradisi, dulu pakai minyak tanah, kalau pake karbit, pakai batang pinang ditebok,” ulasnya.

Dikatakan mantan Camat Menjalin itu, bahwa kedepannya Pemprov Kalbar bersama Pemkot Pontianak akan menata tepian sungai Kapuas menjadi lebih baik, sehingga keindahannya bisa dinikmati masyarakat, sebab antusiasme masyarakat melihat Pestival Meriam Karbit luar biasa. Namun dilain sisi,  Cornelis juga mengingatkan masyarakat agar merayakan lebaran dengan meriah, tetapi tetap sederhana.

 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disbudpar Kota Pontianak, Hilfira Hamid menjelaskan, jumlah peserta yang ikut dalam festival kali ini ada sebanyak 154 meriam. “Namun yang tidak ikut jumlahnya juga cukup banyak, sekitar 300 peserta,” sebutnya.

Menurut dia, jumlah tersebut memang agak kurang dari tahun sebelumnya, akan tetapi tetap ramai jika dihitung secara keseluruhan. “Karena yang ikut festival tidak boleh menggunakan meriam besi, sedangkan yang main banyak juga yang menggunakan meriam besi,” kata Hilfira.

Mengenai penilaian terhadap peserta festival, dijelaskan Hilfira ada beberapa item, mulai dari suara, kekompakan tim, dekorasi hingga atraksi seni budaya. “Juri akan menilai semalaman hingga semua selesai bermain. Juri-juri juga akan disebar. Di Pontianak Selatan dan Tenggara ada tim jurinya, kemudian di Pontianak Timur juga ada. Mereka dilengkapi dengan dokumentasi foto untuk membandingkan saat penilaian akhir,” ucapnya.

Edito : Novi

(dibaca 182 X)