Festival Meriam Karbit Pontianak 2013

| Share on Facebook

 LENSAKAPUAS, PONTIANAK –Memelihara tradisi dan budaya, pada perayaan Idul Fitri 1434 H  /2013 M, Pemerintah Kota PontianakEdi Kamtono Optimis Menang Satu Putaran. Lanjut Baca ... » melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Festival Meriam Karbit 2013 di Kota Pontianak yang bekerja sama dengan Forum Meriam Karbit Kota.

Festival yang diikuti  40 peserta dan  menurunkan 300 meriam karbit, dibuka secara resmi oleh Walikota PontianakEh Ketahuan, Tender Proyek di PU Kota Pontianak "Wajib Setor". Lanjut Baca ... », SutarmidjiEh Ketahuan, Tender Proyek di PU Kota Pontianak "Wajib Setor". Lanjut Baca ... », Rabu  malam (7/8) di pinggiran Sungai Kapuas Gg Landak Kelurahan Benua Melayu Laut.

Walikota mengapresiasi permainan tradisional rakyat, meriam karbit.  Apresiasi dan dukungan ia tunjukan dengan melipat gandakan hadiah bagi para pemenang festival.  Semula, hadiah bagi juara pertama yang disiapkan panitia sebesar Rp 10 juta ia tambah  menjadi Rp 20 juta. Pemenang kedua, yang semula  Rp 8 juta menjadi Rp 16 juta. Pemenang terakhir, juara ketiga dari  Rp. 6 juta ditambah menjadi Rp 12 juta. “ Sudah sepantasnya ditambah, karena biaya untuk membuat sebuah meriam itu mahal sekali dan bahan (karbit) untuk membunyikan meriam hingga  puluhan kilogram,” ujar Sutarmidji.

Ia menambahkan, meriam karbit punya nilai historis terhadap  berdirinya Kota Pontianak.  Saat Sultan Syarif Abdurrahman akan mendirikan Masjid Jami, kata dia, penentuan lokasinya dilakukan dengan cara menembakan meriam, dan tempat jatuhnya peluru itulah kemudian menjadi lokasi dibangunnya Masjid Jami’yang bersejarah saat ini.

Dilanjutkannya, untuk menentukan tempat dibangunnya Istana pun begitu, Sultan kembali menembakkan meriam. Lokasi jatuhnya peluru meriam, didirikanlah Istana Keraton Kadriyah yang hingga saat ini masih berdiri kokoh. Sama halnya dengan penentuan tempat peristirahatan terakhir, Makam Batu Layang sebagai tempat dimakamkannya keluarga kerajaan. “ Bangunan – bangunan itu, garis simetrisnya lurus menghadap kiblat. Ini erat kaitannya dengan sejarah berdirinya Kota Pontianak,” jelas pria yang akrabnya disapa Bang Midji.

Menurutnya, permainan rakyat meriam karbit perlu dikembangkan terus, dengan menjadikannya sebagai event tahunan dan event wisata Kota Pontianak. Tujuannya, untuk menarik wisatawan berkunjung ke kota yang dilalui garis Khatulistiwa ini. “Kita jadikan meriam karbit ini sebagai salah satu obyek wisata unggulan Kota Pontianak. Kita juga akan kembali menggelar festival meriam karbit pada perayaan Hari Jadi Kota Pontianak tahun ini yang jatuh pada bulan Oktober nanti,”tandasnya.

(fauzi)

 

(dibaca 1755 X)