FKIP Untan Gelar Seminar ‘Pembelajaran Inovatif’

| Share on Facebook

seminar fkip

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Program Studi Teknologi Pembelajaran (TEP) Pasca Sarjana FKIP UntanAir Mancur Bundaran Digulis Untan, Perhias Wajah Kota Pontianak . Lanjut Baca ... » pada Jum’at (24/10) pekan lalu memberikan bekal kepada para guru yang ada di Pontianak dan Kubu Raya serta mahasiswa Prodi TEP Pasca Sarjana melalui kegiatan Seminar dengan tema “Pembelajaran Inovatif” yang menghadirkan narasumber dari Universitas Malang Jawa Timur yaitu Dr. Amat Nyoto, Dr. H. Syahwani Umar, M.Pd dan Dr. Andy Usman, M.Pd dari FKIP Untan, sedangkan Moderator Dr. Aswandi, dibuka langsung oleh Dekan FKIP Untan Dr. Martono yang juga dihadiri oleh Prof. Dr. Hj. Sutini Ibrahim, berlangsung di Aula FKIP Untan Pontianak.

Usai seminar Dr. Amat Nyoto, menerima cendra mata dari FIKIP Untan diberikan oleh Prof. Dr. Hj. Sutini Ibrahim

“Dalam acara seminar tersebut para guru dan mahasiswa Pasca Sarjana Prodi TEP FKIP Untan dibekali pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dan ilmu teknologi yang sangat berkembang disaat ini, dibutuhkan pada saat ini meliputi keterampilan berpikir tingkat tinggi, keterampilan bekerja sama, dan keterampilan berkomunikasi,” kata Didin Saripudin, Mahasiswa Prodi TEP Pasca Sarjana.

Ia menjelaskan, perkembangan informasi, teknologi, dan ilmu pengetahuan yang begitu pesat merupakan tantangan bagi semua pihak yang berperan dalam dunia pendidikan. Oleh karenanya, kata dia, diharapkan para guru dan mahasiswa jurusan TEP dapat pengembangan keterampilan, ini merupakan salah satu komponen utama dalam proses belajar dan mengajar.

“Dalam implementasinya, masih banyak diperlukan pemikiran dan masukan untuk dapat mengintegrasikan keterampilan. Seminar TEP kali ini, diharapkan dapat menjadi ajang komunikasi bagi para pendidik, guru, dosen, maupun peneliti dalam bertukar ide, gagasan, ataupun pengalaman yang menunjang implementasi keterampilan, juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap kemajuan mutu pendidikan di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat,  sehingga mampu mewujudkan Indonesia mempunyai karakter yang lebih baik dibandingkan saat ini,” urai Didin, usai acara seminar.

Selain itu, tandas Didin, sebagai mahasiswa TEP, harus dapat memilih strategi pembelajaran, menggunakan metode yang tepat, serta cakap dan terampil dalamproses belajar mengajar, tak kalah penting mahasiswa TEP wajib kreatif dalam berbahasa, juga dapat menarik perhatian saat proses pembelajaran.

Editor : alamsyah

(dibaca 604 X)