GNPK : 3 Mega Proyek Senilai 34 Milyar Bermasalah

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Paket air bersih , Irigasi JangkangSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... » dan Pengadaan Alkes Rumah Sakit SanggauSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... » gila-gila-an. GNPK Kalbar Lapor Kajati, Kapolda dan BPKP. Putusan hukum patut dicurigai dari pada diacungi jempol. Pelaksana proyek bersiul merdu dikursi goyang sambil menyanyikan lagu maju tak gentar.

Ketua Gerakan Nasional Pemberantan KorupsiSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... » (GNPK) Sanggau, Abang Nurdin mengungkapkan proyek air bersih senilai Rp. 34 Milyar Yang mulai dikerjakan pada tahun 2009 dan 2010 oleh PT. Simbara Kirana dengan KSO PT. Citra Bangun Adi Graha, hingga detik ini belum kelar juga. Dana yang sudah cair diperkirakan mencapai 80%. Sementara pengerjaan fisik dilapangan baru berkisar 26 %.

Sesuai aturan, kata Abang Nurdin, seharusnya pekerjaan proyek tersebut sudah tuntas alias stop pada tanggal 14 juni 2012, kenyataannya sampai sekarang masih dikerjakan. Bahkan ia mendapat keterangan dari Direktur PDAM Sanggau kalau pipa yang dipasang tidak layak pakai atau banyak yang pecah, Dilain sisi, Apin, selaku kontraktor pelaksana justru melemparkan kesalahan pada pekerjanya.

Hebatnya lagi, sambung Nurdin, padahal BPKP sudah mengambil sampelnya tetapi dengan sikap maneduli Apin tetap melanjutkan pekerjaannya. Akibat dari itu semua tentu rakyat sanggau dan Bodok yang sangat, sangat, sangat dirugikan. Pasalnya, maksud hati ingin menikmati air bersih, malah disuguhkan es cendol campur tapai. “ Saya berani mengatakan ketiga proyek milik Apin tersebut terlalu banyak penyimpangan, gudang korupsi maupun kolusi, “ tekannya.

M. Rifal, Koordinator GNPK Kalbar menambahkan, kontraknya dari januari 2009 hingga akhir 2011. Karena waktu itu belum selesai, ntah alasan apa, dibuatlah addendum yang batas masanya selama 6 bulan atau sampai tanggal 14 juni 2012. Sudah selesai masa addendum-pun pekerjaannya Juga tidak beres tetapi tetap berjalan terus. “ Nah yang patut kita pertanyakan kenapa Dinas PU, terutama PPTK dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tidak memutuskan kontrak, ada apa dibalik ini semua, ” tanyanya sedikit curiga.

Perlu diketahui bahwa proyek air bersih dibiayai pakai fulus APBD. Sedangkan Irigasi Jangkang duitnya bersumber dari dana APBN melalui DAK, sharing dengan APBD sekitar 10% dari Rp. 12, 5 milyar. Jadi totalnya sebesar Rp. 14 milyar. “ Dulu penyimpangan proyek ini pernah dilaporkan pihak lain, cuma tindak lanjut dan kabar beritanya masih belum jelas bin tanda tanya,” timpal Ellysius Aidy, Ketua Bidang Penyidikan GNPK Kalbar.

Berangkat dari dasar diatas, Abang Nurdin didampingi Koordinator GNPK Prov Kalbar, M. Rifal serta Ketua Bidang Penyidikan GNPK Kalbar, Ellysius Aidy mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat guna melaporkan 3 megaproyek yang bermasalah. “ Tujuan kami kesini ingin melaporkan paket Air Bersih, Irigasi Jangkang dan Pengadaan Alat Kesehatan RSUD Sanggau,” Ujarnya.

Rifal berharap temuan ini bisa disikapi secara serius oleh aparat penegak hukum. “ Kita melihat ada indikasi KKN yang merugikan keuangan Negara, makanya kami minta kepada aparat penegak hukum baik Kejaksaan maupun Kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut. Bila perlu mulai dari proses tender, administrasi hingga pekerjaan fisiknya. “ Sampai kapanpun, GNPK Kalbar akan tetap mengawasinya, ” janjinya.

Dikonfirmasi terpisah, Penyidik Ditreskrimsus Polda Kalbar, Kompol Ahmad Mujahid, SH mengatakan, terhadap kasus Irigasi Jangkang, Polda Kalbar telah melakukan penyidikan untuk melengkapi berkas. “Belum ditetapkan tersangka, kita sudah memanggil sekitar 20 saksi untuk diperiksa terkait ini. Penetapan ada atau tidaknya kerugian Negara kita tunggu hasil audit BPKP,” kata Ahmad beberapa waktu lalu. Menurutnya pada saat itu, Kontraktor pelaksana proyek belum diperiksa penyidik. “Belum, masih pemeriksaan berkas administrasi, kades dan panitia lelang,” imbuhnya.

Bermaksud Meminta klarifikasi kepada Apin, kontraktor pelaksana, melalui Hp ataupun datang langsung ke kantornya di komplek. A.Yani Megamall Pontianak, ia-pun dengan jurus ilmu menghilang dan pukulan langkah seribu berusaha menghindar dari kejaran awak media.

(Tim)

(dibaca 1761 X)