Gubernur Takut Temui Mahasiwa, Papan Plank Jadi Sasaran

| Share on Facebook
Negosiasi gagal, konsentrasi berpindah, papan plank jadi sasaran amarah (foto:novi)

Negosiasi gagal, konsentrasi berpindah, papan plank jadi sasaran amarah (foto:novi)

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – “Kalau Takut Jangan Berani-Berani, Kalau Berani Jangan Takut-Takut”  begitulah kira-kira motto yang kerap digaungkan oleh orang nomor satu di Kalimantan Barat, Drs. CornelisApel HUT RI Ke-68, Gubernur Jadi Inspektur Upacara. Lanjut Baca ... », MH.

Akan tetapi, motto tersebut sepertinya hanya sebatas slogan belaka. Pasalnya, saat puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengemban Amanat Rakyat (SolmadaparUnjuk Rasa Solmadapar Buat Kapolda Baru. Lanjut Baca ... ») ingin menyampaikan aspirasi rakyat secara lansung terkait  kerusakan jalan Kalbar, Gubernur justeru tidak berani  keluar kantor, dengan alasan sedang ada tamu.

“Kami kecewa dengan Gubernur, padahal kita sudah meyampaikan surat 30 hari lalu, dan pada hari ini kita datang, tapi Gubernur tidak berani menemui kita, katanya sedang ada tamu, sebenarnya ada apa ini” teriak orator aksi yang dikomandoi Bagus di pintu pagar utama kantor Gubernur, Kamis (9/1/2014).

Negosiasi antara Mahasiswa dan Polisi Pamong Praja sempat dilakukan, namun tetap saja mahasiswa tidak diijinkan untuk menginjakan kakinya di areal dalam pagar lingkungan Kantor Gubernur.

Sekitar 1 jam bertahan dibawah cuaca tak menentu, sekitar 15 menit diguyur hujan kemudian cuaca berubah menjadi panas terik yang menyengat, membakar semangat mahasiswa untuk kembali berorasi kepada para pengguna jalan Jend. A.Yani.  Kemudian, konsentrasi mahasiswa diarahkan menuju plank papan nama kantor Gubernur.

Meluapkan rasa kecewa mereka karena tak kunjung diijinkan masuk ke Halaman Kantor Gubernur untuk berorasi, puluhan mahasiswa Solmadapar akhirnya sepakat untuk melumuri plank papan nama Kantor dengan lumpur, sebagai bentuk protes terhadap kotornya birokrasi Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat. (novi)

(dibaca 636 X)