Gubernur Cornelis : Jangan Percaya Berita Hoax

| Share on Facebook

IMG-20170519-WA0010

LENSAKAPUAS, KAYONG UTARA –  Gubernur KalbarDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... » CornelisDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... » mengingatkan agar berhati-hati menggunakan peralatan digital, apalagi isu yang beredar sekarang virus sampai menyerang jaringan komputer rumah sakit. Akibat serangan virus tersebut ada data yang dicuri.

Kondisi ini makin mengkhawatirkan, karena dampak virus di era digital ini bisa membahayakan jaringan komputer pemerintahan. Cornelis berharap ini tidak terjadi di Kalbar, untuk itu dirinya mengingatkan Bupati dan Walikota berhati-hati terhadap data elektronik, supaya data-data penting di back up pada komputer yang tidak terkoneksi ke Internet.

“Saya ingatkan kepada Bapak Bupati dan Walikota serta saudara-saudara sekalian, mulai sekarang data-data hendaknya didoublekan, sehingga kalau di komputer data kita di-hack atau dicuri, lalu membukanya harus bayar, maka kita masih punya data, selain itu jangan percaya berita-berita Hoax yang memprovokasi, yang akhirnya bisa memecah belah bangsa Indonesia,” ujar Cornelis, ketika membuka acara puncak Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XIV, Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke- 45, Hari Krida Pertanian (HKP) ke-45, Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 37, Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-24 dan Pencanangan PKK- KB-KES. Kamis (18/5), di Pantai Pulau Datok, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana KKU. Hadir Bupati Walikota se Kalbar, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar Frederika Cornelis dan tamu undangan lainnya.

Kedatangan Gubernur Kalbar didampingi Bupati Ketapang Martin Rantan, disambut Bupati Kayong Utara Hildi Hamid, dan para kepala daerah se-Kalbar.  Acara diawali Tari Jepin, dilanjutkan laporan panitia pelaksana. Selanjutnya laporan ketua TP PKK Kabupaten Kayong Utara, dilanjutkan dengan sambutan Bupati Kayong Utara dan sambutan Ketua TP PKK Kalbar, Frederika Cornelis.

Selain itu, Mantan Bupati Landak itu menegaskan jika masyarakat yang menemukan postingan Hoax yang dapat merusak kedamaian dan ketertiban masyarakat, maka segera lapor ke pihak berwajib. Apalagi sampai memprovokasi, karena Kalbar sudah aman.

Disebutkan Cornelis, bahwa selama ini kita dalam ancaman bahaya narkoba dan lain-lain, sehingga jangan sampai mudah dimakan hasutan-hasutan orang luar yang menginginkan Kalbar tidak aman. Karena itu, melalui 10 program pokok PKK, Gubernur mengajak agar keluarga dibina. “Mars program PKK dijalankan dengan baik dalam mensejahterakan keluarga, maka Indonesia ini tidak ada gonjang ganjing, seperti saat ini masyarakat coba dirusak dengan hal yang tidak penting untuk diurus.” ujar Cornelis. Demikian juga terhadap pencanangan BBGRM, Cornelis berharap, Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Masyarakat,  tercapai dan berjalan dengan baik.

Menurut Cornelis, jika program PKK benar- benar dijalankan, harusnya harusnya tidak ada masalah lagi, karena mulai dari ideologi sampai ke lingkungan, nilai gotong royong, masalah sandang pangan, sehat, berprestasi sudah lengkap. Apalagi, mengurus PKK sudah dilakukan berpuluh-puluh tahun.

“Tapi kita sekarang dihadapkan gonjang ganjing, ribut tak karuan bikin kabar bohong dan sebagainya, oleh karena itu saya mohon dengan hormat kita semua menjalankan tugas dan tanggung jawab kita dengan penuh tangung jawab dan sebaik-baiknya, baik kita sebagai pejabat, baik kita sebagai rakyat baik anda sebagai jurnalis baik elektronik maupun cetak, selain itu, hal yang paling penting, kita harus pertahankan ideologi Pancasila,” tegas Cornelis.

Pada kesempatan itu juga Cornelis mengklarifikasi terkait pidatonya yang dipotong kemudian dipelintir dan diekspose, sehingga muncul salah paham kelompok tertentu. Padahal pada saat pidato tersebut jika secara utuh, tidak ada dirinya membenci kelompok atau agama tertentu, dirinya mengajak masyarakat untuk menolak aliran radikal dan orang luar yang dengan mudah mengkafirkan orang lain, memprovokasi masyarakat Kalbar yang sudah aman, damai hidup secara berdampingan. Terhadap perbuatan oknum tertentu tersebut, Cornelis merasa dirugikan baik sebagai Gubernur maupun pribadi, akhirnya mengambil  langkah hukum dan melapor ke polisi. Karena Cornelis merasa difitnah dan mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan melalui media sosial oleh pihak tertentu.

Cornelis menjelaskan, terkait situasi di Kota Pontianak, aman, yang mau hadir pada gawai dayak dipersilakan datang. Dibeberkannya telah dilakukan kesepakatan damai di Polda Kalbar, kesepakatan tersebut dimaksudkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing.

Masyarakat di Kalbar, kata dia, sudah biasa terdiri dari berbagai suku bangsa, agama. Tetapi  jangan sampai pihak luar memprovokasi. Apalagi, memperkeruh dengan memposting di youtube, facebook, twitter, whats app.

“Ini kalau jalan ini program PKK diterapkan benar-benar, tak ada namanya ribut-ribut, kemarin kita sepakat damai. Program PKK ini diterapkan benar-benar. Begitu juga dalam satu bulan ini adalah bulan bhakti gotong royong, dijalankan sungguh-sungguh. Kalau semua dilaksanakan benar, kita yakin tidak ada anak-anak kita kena narkoba, tidak ada anak-anak masuk jadi ISIS.” ungkap Cornelis. Karena, kesepakatan Negara ASEAN melalui KTT di Filipina beberapa waktu bahwa gerakan inteloransi, dan faham radikal, tidak boleh ada lagi.

Presiden juga sudah menyatakan pencegahan pada faham inteloransi. Menurutnya, menjadi Gubernur bertugas melayani semua masyarakat. Tentu saja, tidak boleh pilih-pilih suku dan agama. Semua masyarakat dilayani. Pemerintah sudah berupaya membangun secara adil dan merata.

Ketua TP PKK Kalbar Frederika Cornelis mengatakan, tuan rumah keguatan HKG PKK 2018 di Kabupaten Melawi. Ia berharap HKG 2018 berjalan lebih baik lagi, menurutnya PKK adalah organisasi sosial, sehingga bekerjanya harus iklas dari hati, karena ini adalah pengabdian kepada masyarakat. (humas/red)

(dibaca 94 X)