Gubernur Cornelis Terima Top Pembina BUMD 2017

| Share on Facebook
Bersama Dirut Bank Kalbar

Caption FOTO: Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, meraih penghargaan tingkat nasional. Yakni penghargaan sebagai Top Pembina BUMD 2017 karena telah berhasil memajukan Bank Kalbar. Sedangkan Bank Kalbar meraih Top BUMD 2017 (Buku II). Penghargaan diterima langsung oleh Komisaris Utama Bank Kalbar Sudirman HMY. Penghargaan ini diberikan di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (24/5, kemudian diserahkan Direktur Utama Bank Kalbar Syamsir Ismail kepada Gubernur Kalbar, di ruang kerja Gubernur, Senin (29/5).

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, meraih penghargaan tingkat nasional, yakni  penghargaan sebagai Top Pembina BUMD 2017 karena telah berhasil memajukan Bank Pembangunan Daerah  Kalbar. Sedangkan Bank Kalbar meraih Top BUMD 2017 (Buku II). Penghargaan diterima langsung oleh Komisaris Utama Bank Kalbar Sudirman HMY. Penghargaan ini diberikan di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (24/5) yang dihadiri Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Staf Ahli Mendagri Nuryanto, Dirut Bank Kalbar Samsir Ismail, serta sejumlah kepala daerah dan tamu lainnya. Penghargaan ini diberikan setelah melalui penilaian yang dilakukan majalah BusinessNews bekerja sama dengan dengan Asia Business Research Center serta sejumlah lembaga profesional dan juga didukung Kementerian Dalam Negeri.

“Dengan  penganugerahan TOP BUMD 2017 ini diharapkan akan lebih memotivasi pengurus dan karyawan agar meningkatkan peranan Bank Kalbar selaku BUMD milik Pemprov Kalbar dan kabupaten/kota se-Kalbar agar memberikan manfaat yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalbar,” kata Sudirman di Balai Kartini, (24/5). Mantan Dirut Bank Kalbar periode lalu itu juga mengapresiasi Gubernur  Cornelis yang berhasil meraih Top Pembina BPD 2017. “Beliau telah berhasil memajukan Bank Kalbar,” katanya.

Sudirman mengatakan, diharapkan ke depan komitmen gubernur, bupati, wali kota dengan menambah penyertaan modalnya. “Sehingga Bank Kalbar dapat lebih berkiprah di masa depan,” ungkap Sudirman.

BusinessNews Indonesia dalam pers rilisnya mengatakan, tema yang diangkat dalam kegiatan TOP BUMD 2017 ini adalah Great BUMD: The Key to Accelerate Economic Growth. “Artinya, kita mengharapkan munculnya BUMD-BUMD yang “Hebat”, yakni BUMD yang selalu melakukan perbaikan pengelolaan usaha bisnisnya, untuk meningkatkan daya saing, layanan, dan kinerja perusahaannya, sehingga BUMD-BUMD Hebat tersebut, dapat berkontribusi lebih, dalam percepatan pertumbuhan ekonomi, baik di daerah maupun di tingkat nasional,”ujar M. Lutfi Handayani, MM., MBA, Ketua Penyelenggara TOP BUMD 2017, yang juga menjabat sebagai Pemimpin Redaksi majalah BusinessNews Indonesia.

Dalam testimoninya, banyak BUMD yang mendapatkan manfaat dengan keikutsertaannya dalam kegiatan TOP BUMD ini, seperti: Adanya sesi Nilai Tambah, dimana Dewan Juri memberikan pendapat, masukan, yang dapat menjadi added value dan inspirasi perbaikan kedepan. Sesi “Nilai Tambah” ini merupakan keungulan TOP BUMD dan kegiatan Award yang diselenggarakan oleh BusinessNews Indonesia, jika dibandingkan dengan award-award lainnya.

Selain itu, setiap peserta dapat seat in (duduk sebagai panelis) di sesi presentasi dan penjurian BUMD lain yang bukan kompetitor bisnisnya. Dengan demikian, setiap peserta berkesempatan untuk saling belajar. “Hal ini terlihat, dengan adanya peningkatan kinerja dan layanan BUMD-BUMD yang setiap tahun ikut dalam kegiatan TOP BUMD dan menjalankan masukan-masukan perbaikan dari Dewan Juri,” tegasdia.

Suryo Danisworo, Dewan Juri Kehormatan TOP BUMD 2017 dalam paparannya di sesi Review dan Nilai Tambah TOP BUMD, menjelaskan bahwa BUMD harus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam konteks “Economic Sharing“. Dengan mengarah ke situ, BUMD bisa membantu agar perekonomian Indonesia, bisa lebih efisien dan tidak mahal.

Kata Suryo, “Kita bisa melihat bahwa perusahaan e-commerce berkembang sangat cepat. Itu karena resource sharingtersebut. Sekarang adalah era economic resource sharing. BUMD harus bagus dalam kerja sama dengan modeleconomic resource sharing.”

Terlepas dari masih sedikitnya sumbangan BUMD ke PAD, sebenarnya ada BUMD yang sudah berkinerja bagus. Bahkan, mampu berperan sebagai agent development di daerahnya. Oleh karena itulah, penghargaan TOP BUMD diberikan untuk memberikan apresiasi kepada BUMD yang sudah berkinerja baik.

Hal-hal lain yang perlu mendapat perhatian BUMD dan Kepala Daerah, diantaranya adalah:Pertama, selain melaporkanoutput kinerja, sebaiknya manajemen BUMD juga melaporkan dampak bisnis yang dijalankan, yang terkait dengan target-target pembangunan Pemerintahan Daerah.

Misal: Output: Jumlah UKM yang dibiayai BPR; Dampak: Peningkatan omset dan kemampuan ekonomi UKM yang dibiayai. Data dan informasi tentang “Dampak” bermanfaat untuk mendukung pencapaian target-target Kepala Daerah dalam menjalankan program pembangunan.

Kedua, belum semua Walikota/Bupati memiliki rekening tabungan/ deposito di BPR yang dibinanya. Hal ini penting, untuk menunjukkan komitmen dan kepedulian Kepala Daerah terhadap BUMD binaannya.

Ketiga, perlunya keseimbangan bobot penilaian kinerja PDAM sebagai pelayanan publik untuk penyediaan air bersih dan air layak minum,dengan bobot kinerja keuangan. Dampak positif penyediaan air bersih, akan memberikan multiplayer effect yang lebih tinggi untuk kesehatan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Keempat, BUMD yang memiliki manajemen kinerja dan tata kelola yang sesuai dengan GCG, terbukti memiliki peningkatan kinerja bisnis dan layanan yang lebih baik.

Dan masih banyak masukan Dewan Juri yang telah disampaikan dalam Wawancara Penjurian, baik yang bersifat strategis dan teknis, yang dapat dimanfaatkan manajemen untuk membangun BUMD Hebat. (humas/red)

(dibaca 63 X)