Gubernur : Jangan Sampai Terjadi Politik Ketergantungan Petani

| Share on Facebook

Angkat Bersa Bersama Dewan Ketahanan Pangan

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Jika menginginkan kemandirian pangan terwujud, maka memotivasi dan merevolusi mental petani agar memperluas lahan pertanian dan menanam bahan pangan untuk kebutuhan dalam negeri menjadi tanggung jawab negara. Hal tersebut, menurut Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, M.H. akan menjadi suatu kebanggaan bila suatu daerah menjadi lumbung hasil pertanian. Apalagi hasil pertanian tersebut diperoleh dengan menanam sendiri.

“Masalah pangan jangan sampai tergantung dengan impor. Negara wajib menyediakan pangan untuk rakyatnya. Karena kalau terjadi perang, bagaimana memenuhi logistik tentara dan masyarakat yang diungsikan,” ujar Cornelis, ketika membuka kegiatan Gelar Pangan Nasional ke-II di rumah Radakng Pontianak, Sabtu (6/8).

Gelar Pangan Nasional tersebut dihadiri Dewan Ketahanan Pangan mewakili Menteri Pertanian, wakil ketua komisi IV DPR RI Hairun, Msi., Bupati dan Walikota Regional Timur. dan tamu undangan lainnya.

Dikatakan Cornelis, dunia sekarang mendapat 2 ancaman, yakni perubahan iklim karena efek gas rumah kaca dan air conditioner di negara industri. Hal tersebut, menurut dia berpengaruh pada kerawanan pangan, karena musim tanam menjadi tidak menentu terlebih perkembangan penduduk yang tidak terkendali.

Untuk mengantisipasi pemanasan global akibat efek rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim, menurut Cornelis, perlu penggalakan penanaman pohon, seperti kemiri sunan atau sukun, karena selain bisa menyerap oxigen juga bisa menjadi bahan pangan pengganti nasi. “Untuk Kemiri Sunan bisa dijadikan biofuel yang emisinya lebih rendah.”

Tugas pemerintah, kata orang nomor satu di Kalbar itu, selain mendiversifikasi pangan juga memberikan penyuluhan kepada petani terkait mekanisasi pertanian, sehingga petani bisa menggunakan peralatan pertanian untuk pengolahan lahan yang lebih luas.

Mantan Bupati Landak itu juga secara khusus mengingatkan bagi masyarakat di Kalbar, agar memanfaatkan lahan seoptimal mungkin untuk menanam padi dan tanaman pangan lainnya. Selain itu, ia juga menyarankan untuk memelihara binatang seperti sapi, kambing, ayam. “Khusus masyarakat Dayak non muslim, selain menanam padi dan bahan pangan lainnya agar banyak – banyak pelihara babi dan anjing sebagai tabungan, tentunya tetal dengan menjaga kesehatan ternak tersebut.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hairun, mengaku bangga dengan progres peningkatan lahan pertanian di Kalbar yang tadinya 20000 hektar menjadi 34 ribu hektar. Namun disatu sisi dirinya meminta pemerintah bagaimana mengutamakan kesejahteraan rakyat melalui pertanian tanaman pangan karena akhir akhir ini pertumbuhan ekonomi cukup baik salah satu penopang adalah bidang pertanian. “Harus ada format besar menuju diversifikasi pertanian, sebagai semangat baru, demikian juga dengan Pemerintah Provinsi Kalbar untuk segera menyelesaikan rencana tata ruang wilayah sehingga alih fungsi lahan untuk pertanian bisa diperluas, karena ketahanan dan kemandirian pangan adalah ketahanan nasional,” ujar Hairun.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Gardjita Budi, M. Agr. ST., Pemenuhan Pangan sebagai kebutuhan dasar manusia menjadi tanggung jawab negara, negara dan bangsa Indonesia selayaknya berhak menentukan kebijakan pangan sesuai potensi lokal. Karenanya pangan banyak saja tidak cukup tapi harus dibarengi dengan kualitas yang baik, “Kita berupaya memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dari hasil sendiri, kalau ada impor maka selektif dan terukur. Tuntutan selera masyarakat juga harua dipenuhi,” ujarnya. Di satu sisi pria berkumis itu menekankan agar ekspor bahan pangan juga harus terus ditingkatkan. Cadangan pangan daerah sangat penting sebagai penopang cadangan pangan nasional.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar Ny. Frederika Cornelis mengatakan kalbar memiliki lahan yang sangat pontensial semua bisa di manfaatkan dan di tanami sesuai dengan yang di inginkan.

TP PKK Prov Kalbar dalam beberapa tahun terakhir sudah melakukan beberapa contoh kebun percontohan, yang terakhir di lakukan di kebun percontohan di kab.landak, hasil cukup memuaskan. berbagai macam  tanaman, seperti melon, pare, cabe. Dan sebagainya bisa di tanam dan di panen sesuai dengan harapan. Kunci dari semua mau apa tidaknya kita untuk mencoba.

Untuk itu dirinya berharap masyarakat bisa memanfaatkan lahan-lahan perkarangan yang kosong jangan dibiarkan lahan menjadi tidur, paling tidak bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi keluarga, terutama bagi TP PKK di seluruh kalbar di harapkan dapat menjadi contoh utama dalam masyarakat agar memanfaatkan lahan perkarangan yang kosong.

(dibaca 227 X)