Gubernur Kalbar Dituntut Tuntaskan Masalah IPM Rendah

| Share on Facebook

LensaKapuas, PONTIANAK-Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalbar masih rendah. Tercatat, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan ke empat hanya berkisar 69,66 persen. Meskipun masih rendah, tapi IPM Kalbar mengalami peningkatan satu persen setiap tahunnya. Dari laju pertumbuhan yang ada IPM Kalbar menempati urutan ke 28 se-Indonesia.

Dari kabupaten/kota yang ada, Kabupaten Kayong Utara (KKU) memiliki IPM terendah di Kalbar. Artinya Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Kayong Utara hanya tamat SD atau tidak tamat SD. Tidak hanya KKU, Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang juga mengalami hal sama.

Ketua Fraksi Khatulistiwa Bersatu DPRD Prov Kalbar Drs. H. Sy Umar Alkadrie, saat dimintai pendapatnya me-ngungkapkan, ada sejumlah indikator yang mempengaruhi rendahnya IPM Kalbar, seperti indeks pendidikan, kese-hatan dan infrastruktur (ekonomi). Dikatakanya, hampir didaerah yang disebutkan terdapat masalah terkait dengan anak yang gagal menyelesaikan sekolah ditingkat dasar. “Bisa dibilang program wajib belajar 9 tahun hanya slogan belaka,” sindirnya.

Sementara soal kesehatan, masih terkendala dengan infrastruktur yang buruk. Jika dibangun puskesmas dengan jalan yang hancur jarak tempuhnya menjadi jauh hal ini menjadikan masyarakat malas. Disamping itu, angka kematian ibu hamil dan bayi saat melahirkan masih tinggi. Itu belum ditambah dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas yang buruk dengan peralatan yang terbatas.

Menurut mantan Pj Bupati KKU ini, untuk meningkatkan IPM Kalbar kedepan agar lebih baik, perencanaan menjadi prioritas utama untuk dibenahi, mengingat sebuah perencanaan harus disusun matang dengan implementasi jelas dan akurat. Dia pun mendesak Pemprov Kalbar untuk fokus pada tiga sektor tersebut, karena sektor-sektor tersebut masih belum optimal direalisasikan. Ke tiga sektor ini juga sektor penentu dalam IPM Kalbar. Selain itu koordinasi antar pemerintah harus benar-benar dijalankan sehingga ada pola yang terkoneksi baik saat realisasi anggaran provinsi akan dicairkan ke daerah. Kalbar, katanya harus bisa meningkatkan IMP nya, setidaknya untuk mengurangi angka kemiskinan yang diakibatkan tiga sektor tersebut.

Kalbar memiliki kawasan yang sangat luas sehingga bidang pendidikan, kesehatan serta bidang lainnya lebih sulit untuk dijangkau lebih tertantang bagi seluruh pihak. Be-tapa tidak, indeks pembangunan manusia Kalbar, merupakan salah satu faktor menentukan naik atau tidaknya IPM di satu daerah. Tiga indikator tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan Gubernur Kalbar terpilih di masa pengabdianya lima tahun keduanya. (KL)

 

(dibaca 1038 X)