Gula Illegal Kalbar Sorotan Hipmi dan LSM

| Share on Facebook
Wan Boy, Ketua HIPMI Bidang Hubungan Internasional (foto:novi)

Wan Boy, Ketua HIPMI Bidang Hubungan Internasional (foto:novi)

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Ketua Himpi Kalbar Bidang Hubungan International, Wan Boy menjelaskan Gula illegal asal Malaysia masih terus beredar di Kalimantan Barat.  Hal tersebut ditenggarai harganya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan gula pasir asal pulau Jawa. “Pasokkan gula dari jawa ke kalbar tiap bulan hanya 30 ton, sementara import terbatas gula melalui Kalbar dinilai bisa menjadi solusi peredaran gula illegal oleh para pengusaha nakal,” kata dia saat menggelar konferensi pers di Kantor Apegty Kalbar, Jum’at, 01 November 2013.

Hal senada juga dikeluhkan sekretaris koalisi LSM Kalbar Bersatu, Rustam. Ia mengungkapkan  kerugian Pemerintah Kalbar dari pajak PPN/PPH/P import/bea scopindo atas peredaran gula illegal di kalbar  mencapai Rp156 milyar selama 16 bulan terakhir.  “Seharusnya, setiap bulan Kalbar mendapatkan pasokan 6000 ton perbulannya,” ujarnya.

Koalisi LSM yang tergabung di Apegty, kata dia,  sudah melaporkan Disperindag Prov Kalbar yang diduga melakukan praktek permainan gula illegal dengan pihak pengusaha, sehingga bisa masuk ke Indonesia, khususnya Kalimanan Barat. ”Ada permainan, makanya selama 16 bulan terkahir kalbar hanya mendapatkan stok yang sangat minim sekali, sehingga dengan leluasa memasukan gula illegal dari malaysia’’ tuding  Rustam.

Ia pun mengakui bahwa koalisi LSM pernah memasang spanduk yang bertuliskan ’’ASIA, Raja penyelundup  gula sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kalbar,  cepat ditangkap dan disel karena meracuni rakyat kalbar, serta menggelapkan pajak”. Hal tersebut dilakukan pihaknya mengingat penting aspek penegakan hukum yang berkeadilan khususnya terhadap pelaku penyelundup gula. “Sudah ada 123 kasus yang diproses,” ungkap Rustam.

Begitupun dengan Totas, ketua LSM Himpunan Pemuda Madura Kalbar ini menilai gula rafinasi sangat membahaya bagi kesehatan. “Rafinasi diambil dari kata refinery, yang artinya menyuling, menyaring, membersihkan serta butiran kristalnya lebih halus dan lembut bila dibandingkan dengan gula lokal. Jadi, bisa dikatakan gula rafinasi adalah gula yang mempunyai kualitas kemurnian tinggi. Karena melalui proses pemurnian bertahap, gula rafinasi memiliki kadar keputihan (ICUMSA) 45, jauh di atas gula kristal putih (GKP) dengan kadar ICUMSA 200-300,” jelasnya. (cece/novi)

(dibaca 816 X)