Gula Pasir Langka di Pontianak

| Share on Facebook
Gula Pasir (Doc.Foto : Lensakapuas)

Gula Pasir (Doc.Foto : Lensakapuas)

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Langkanya gula pasir beberapa hari belakangan ini di wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya dikeluhkan oleh sejumlah kalangan.

Salah satu penjual es cincau, Ismail mengungkapkan kosongnya stok gula di sejumlah pasar. “Kalaupun ada, harganya tinggi,” kata Ismail.

Hal yang sama juga diungkapkan Jumeri. Ia juga mengakui sulitnya mencari gula di pasar – pasar, kalau pun ada harganya sangat mahal. “Saya dapat gula sampai Rp14 ribu per kilonya. Itupun barangnya sudah sedikit, sementara kita butuh gula setiap hari,” kata dia.

Menanggapi persoalan langkanya gula, Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya mengungkapkan bahwa sejak beberapa waktu lalu Pemprov Kalbar telah mengusulkan agar Pos Lintas Batas Entikong di Kabupaten Sanggau bisa menjadi pintu resmi import gula. Dengan begitu, bisa memenuhi kebutuhan gula di Kalbar. “Di Kalbar tidak ada produksi gula, sementara kebutuhan tinggi. Saat ini gula asal Malaysia yang beredar di pasaran masuk secara ilegal,” kata dia.

Dilanjutkannya, untuk kualitas dan kesehatan pangan dari gula yang masuk itu perlu dipertanyakan karena tidak dapat langsung dikonsumsi masyarakat. “Harus diolah kembali,  itu butuh biaya dan mahal. Jika tidak diolah akan berbahaya dan bisa menimbulkan berbagai penyakit seperti diabetes dan lainnya,” jelas Christiandy.

Ia menambahkan, meskipun ada importir resmi gula, namun kalah saing dengan gula illegal. Sebab, kata dia, masyarakat mengincar harga yang murah, kendali berbahaya dan masuk secara tidak resmi. “Saat ini harga gula pasir yang biasanya berkisar di angka Rp10 ribu – Rp12 ribu per kilogram, kini ada yang sudah mencapai Rp17 ribu per kilogram (fauzi)

(dibaca 625 X)