ICW Bahas Tren Penyidikan Kasus Korupsi Semester I 2015

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, JAKARTA – ICW telah merampungkan pemantauan atas kinerja penyidikan APH (Aparat Penegak Hukum) selama semester I 2015.

Koordinator Badan Pekerja ICW  Adnan Topan Husodo,  dalam surat undangan kepada media mengungkapkan bahwa hasilnya pantauan kinerja penyidikan APH selama semester 1 2015, ditemukan 308 kasus korupsiPenegakan Hukum, Kajati Kalbar Warih Gandeng Media Masa. Lanjut Baca ... » dengan kerugian negara senilai Rp 1,2 triliun dan suap senilai Rp 475,3 miliar. “APH telah menetapkan 590 orang sebagai tersangka terkait kasus ini. Dari 308 kasus ini, sebanyak 169 atau 45 persen diantaranya adalah kasus korupsiSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... » yang terjadi disektor infrastruktur senilai Rp 821,1 triliun,” kata Adnan.

Selain itu,  ICW juga memantau perkembangan penanganan 2.477 kasus korupsi senilai Rp 30,6 triliun yang masuk tahap penyidikan tiap semester sejak tahun 2010 – 2015. “Sampai penghujung semester I 2015, hanya 1.254 kasus senilai Rp 18,3 triliun yang berkembang naik menjadi kasus ditahap penuntutan. Sisanya, 1.223 kasus senilai Rp 11.04 triliun penangannya stagnan di APH,” ungkap dia.

Menurut Adnan, jika dibandingkan dengan potensi korupsi yang ditemukan oleh BPK RI dan BPK sampai tahun 2014 (temuan yang memiliki unsur pidana) senilai Rp 59,8 triliun, maka terdapat selisih sebesar Rp 29,2 triliun. “Selisih ini merupakan nilai kerugian negara dari sisa kasus korupsi yang belum tertangani oleh APH.” (Redaksi)

(dibaca 300 X)