ICW Serahkan Hasil Telisik Capim KPK ke Pansel

| Share on Facebook

Suasana rapat Pansel KPK dan Indonesia Corruption Watch (ICW), Selasa (11/8). (Kanugrahan/Kriminalitas.com)
Suasana rapat Pansel KPK dan Indonesia Corruption Watch (ICW), Selasa (11/8). (Kanugrahan/Kriminalitas.com)

LENSAKAPUAS, JAKARTA – Hasil pelacakan rekam jejak yang dilakukan Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama kelompok masyarakat sipil terhadap 48 Capim KPK 2015,  selama 1 bulan  sejak tanggal 26 Juli 2015 dengan melibatkan 30 tracker berbagai wilayah Indonesia diserahkan kepada Pansel di Sekretariat Capim KPK, Gedung 1 Lantai 3 Kantor Sekretariat Negara Jl. Veteran No. 17 – 18. 

Peneliti ICW Febri Hendri sebagaimana dilansir DetikNews, Selasa (11/8),  Ada 23 calon yang baru dilacak rekam jejaknya. Hasil data awal cukup mengejutkan, tapi memang informasi yang didapat mesti diklarifikasi.

“Ada kandidat dekat dengan perempuan tertentu dan diduga menampung dana ilegal. Tapi kami belum punya bukti yang kuat, sedang kami telusuri,” jelas peneliti ICW, Febri Hendri, Selasa (11/8/2015).

Menurut Febri, sejauh ini ICW dan masyarakat sipil telah membuka pos pengaduan dan pelacakan rekam jejak 48
Capim KPK 2015. Pelacakan ini bertujuan untuk mengetahui rekam jejak kandidat dari aspek integritas, pengalaman dan administrasi. 

“Pelacakan dilakukan selama 1 bulan dan dimulai sejak tanggal 26 Juli 2015 dengan melibatkan 30 tracker diseluruh Indonesia,” imbuh dia.

Berikut hasil telisik sementara dari 23 calon:

1. Penyalahggunaan kewenangan: 1 

2. Kinerja Penyidikan Kasus Korupsi Rendah/Tidak berpengalaman: 7

3. Harta kekayaan tidak wajar: 1 

4. Bermasalah dengan kehidupan sosial kemasyarakatan: 3

5. Pelanggaran administratif: 3 

6. Konflik Kepentingan: 2  

7. Bermasalah dengan lingkungan kerja: 1

8. Bermasalah dengan pengelolaan keuangan di tempat kerja: 1

9. Pemberi rekomendasi tidak mengenal kandidat dengan baik: 1

10. Pernah mencalonkan sebagai caleg, calon kepala daerah, pasangan terkait politik: 6

11. Lalai dalam tugas: 1  

12. Putusan perkara diragukan (Diisenting opinion, putusan ringan, dan bebas): 1

13. Aset tak sebanding dengan pendapatan: 3 

(dibaca 454 X)