Ike : Penyidik Polda Kalbar Bakal Dilapor ke Mabes Polri

| Share on Facebook

kuasa hukum

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), yang melibatkan Titi, isteri AKBP Idha Endy Prastiono terus bergulir di Polda KalbarHari Pertama Kapolda Baru Kalbar Ngantor. Lanjut Baca ... ». Mendapati sejumlah kejanggalan, Titi melalui kuasa hukumnya Ike Florensi Soraya. S.H. akan melaporkan Penyidik Dit Reskrimsus Polda KalbarKapal Kargo Express Angkut 19 Kg Ganja Kering. Lanjut Baca ... » ke Divisi Propam Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) di Jakarta. Pasalnya, laporan yang dibuat Titi di Propam Polda Kalbar tentang penggelapan barang bukti (BB) milik  dirinya, tidak ditanggapi. Bahkan ditolak mentah-mentah oleh Propam Polda Kalbar.

“Laporan yang kami buat harusnya diperiksa terlebih dahulu. Ini Propam Polda Kalbar langsung bilang Penyidik tidak bisa dilaporkan, dengan alasan masih tersangkut dalam kasus oknum pegawai BPN Ahmadi,” kata Ike Florensi Soraya kepada sejumlah wartawan dalam jumpa persnya, Rabu (21/1).

Menurut Ike, barang bukti yang diduga digelapkan Penyidik Dit Reskrimsus itu, yakni 28 sertifikat tanah, 1 lembar rekening kartu kredit BCA atas nama Titi, da 1 unit camera bermerek Samsung Galaxi. “Kita pastikan, akan membuat laporan resmi ke Mabes Polri, karena di Polda tidak ditanggapi,” tegasnya.

Bahkan Ike merasa heran atas sikap Penyidik dan ia menyesalkan, dirinya selaku kuasa hukum  yang mendapat surat kuasa dari Titi,  dianggap tidak memiliki hak. “Surat kuasa saya dianggap tidak laku oleh Penyidik. Tentunya ini akan saya adukan kepada Persatuan Advokasi Indonesia (Peradi),” ancam kuasa hukum Titi.

Dikatakan Ike, tujuan melaporkan perihal tersebut ke Mabes Polri, agar kliennya bisa mendapatkan rasa keadilan dalam proses penegakan hukum. “ Kita ingin keadilan dalam proses hukum,” harapnya.

Kemudian, kata dia, kliennya Titi yang juga ikut diseret dalam kasus Ahmadi, sangat dipaksakan. “Titi diseret dalam kasus Ahmadi, ini jelas suatu pemaksaan dari Penyidik Polda Kalbar,” ucap Ike.

Secara terpisah, Wandi, S.H., selaku Kuasa Hukum Ahmadi Pegawai BPN juga mengaku heran. “Kasus Ahmadi  itu tidak ada sangkut pautnya dengan perkara Titi isterinya Idha,” kata dia. Bahkan dirinya  mendukung langkah yang dilakukan Kuasa Hukum Titi. “Saya dukung langkah melaporkan oknum Penyidik Polda Kalbar yang menggelapkan 28 sertifikat milik Titi,” tandas Wandi.

Begitupun halnya Andi Ersan selaku Kuasa Hukum  Idha Endri Prasetyo.  Dirinya menuntut proses penegakan hukum yang berkeadilan dari Penyidik Polda Kalbar. “Jika klien saya dinyatakan bersalah oleh Polda, seharusnya  proses dengan benar,” pintanya. (cece)

(dibaca 1775 X)