Ini Alasan Akbar CS “Blanat” Sariansyah

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, KUBU RAYAKPPS Pertanyakan Pemotongan Honor oleh KPUD KKR. Lanjut Baca ... » AkbarKaki Tangan AK Aniaya Sariansyah. Lanjut Baca ... » Cs yang melakukan tindak penganiayaanPolisi Maen Hajar' ARKB Tuntut Tanggungjawab Kapolda. Lanjut Baca ... » terhadap developerKaki Tangan AK Aniaya Sariansyah. Lanjut Baca ... » perumahan Sarianyah pada Minggu (3/5) malam kemarin secara “gentleman” mengakui siap bertanggungjawab atas perbuatan mereka. “Saye siap mempertanggungjawabkan, sangat sangat siap,” kata Akbar di bilangan Jalan Sei Raya Dalam, Kubu Raya.

Terjadinya insiden pemukulanKaki Tangan AK Aniaya Sariansyah. Lanjut Baca ... » itu, kata dia, sebab SariansyahKaki Tangan AK Aniaya Sariansyah. Lanjut Baca ... » tidak kooperatif dan diduga akan kabur. “Dicari mulai hari Senin, dari sore kita sudah minta bantuan orang Polda,  dapatnya dia itu Selasa (28/4) dini hari,” kesal Akbar.

Menurut kronologis yag ia ceritakan, ketemunya Sariansyah setelah pihaknya meminta orang terdekat Sariansyah, yaitu Kevin, beralibi seolah-olah kecelakan lalu lintas. Hal tersebut dilakukan untuk memancing Sariansyah keluar dari persembunyiannya. “Dijanjikan jam 11.00 wib, tapi tidak muncul, ujung-ujung muncullah Abdurahman. Lalu kami tanyai Abdurahman, apakah ia datang karena di suruh Sariansyah. Tetapi Abdurahman awalnya tidak mengaku, katanya dia datang atas suruhan Medi. Setelah kami crosscek di HP Abdurahman ada nomor Sariansyah lalu disinkronkan dengan nomor yang ada di Kevin, namun beliau tetap beralibi bahwa itu nomornya Medi. Tidak lama berselang muncullah Medi, ternyata nomor yang dikatakan Abdurahman tidak sinkron., karena Medi saat itu tidak pegang HP, barulah dia mengaku,”  ulas Akbar.

Karena sempat menyangkal, lanjutnya, pihaknya pun lalu mendatangi rumah Durahman, tetapi Sariansyah sudah tidak ada. “Dicrosschek sama istrinya, ada yang jemput jam 10. Yang jemput keluarganya, diinapkan di KD 220. Lalu kami datangi ke hotel dimaksud, diketok oleh Ibrahim, setelah pintu dibuka sedikit dan dia melihat kami ada, lalu ditutup lagi pintunya. Kemudian didobrak sama teman saya, kaena ada perlawanan, ya sudah kami hajar, selanjutnya kami bawa ke simpang Polda,” tutur Akbar. Setelahnya, sambung dia, kami arahkan ke rumah beliau (Sariansyah Red), dengan maksud mencari berkas bukti-bukti lain. “Di rumah beliau tidak dibuka pintu sama isteri dan orang tuanya, kami antar ke Polsek.”

Terkait hubungan Sariansyah dengan Akwang, jelas Akbar, awal mulanya dikenalkan oleh orang Sariansyah. “Waktu itu beliau membutuhkan pinjaman dana, dikasi hampir Rp1 milyar. Setelah berjalannya waktu, baru tahu historisnya tentang beliau, ternyata banyak korban dengan modus yang sama. Perumahan yang akan dia bangun pun terbengkalai, Sertifikat juga atas nama yang bersangkutan,  sudah ada pembayaran dengan 4 sertifikat, 2 atas nama Sariansyah dan 2 atas nama orangtuannya. Sisanya sekitar 500 juta, pengakuan hutang sudah ada,  mulai minjamnya sudah hampir 1 tahun, dan mangkir berkali kali,” beber Akbar.

“Pada intinya kami mengejar dia, kami mau hak-hak kami kembali. Tidak ada yang menjadi komando dan tidak ada dikomandoi, karena kesadaran diri sendiri. Tiga orang, dengan temannya kuasa dari Haji Jumat, korban  Rp1 milyar lebih, dikuasaka sama namanya  Yanto, dan satunya lagi Bang Yan yang tahu,” tandasnya. (Tim)

(dibaca 551 X)