Ini Dia Bunyi Surat Kesepakatan Damai Terkait Berita “Pemerasan” oleh Wartawan

| Share on Facebook

bukti kesepakatan

LENSAKAPUAS, KUBU RAYA – Negara kita adalah negara hukum.  Untuk itu, segala persoalan yang terjadi di NKRI, baik itu masalah sosial, ekonomi, politik, budaya akan bisa terselesaikan kalau hukum bisa ditegakkan tanpa pandang bulu. Sebab, hukum adalah Panglima.  Skenario penjebakan wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) perwakilan Kalbar, Agus M dan Yetno beberapa waktu lalu oleh pengusaha, pemerintah desa, dan polisi setempat secara nyata telah menistai hukum yang berlaku di negara ini. Pasalnya, setelah dibuat dan ditandatangani Surat Pernyataan Kesepakatan Damai di atas materai 6000, yang  menurut bahasa mereka yang mengerti akan hukum memandang kesepakatan tertulis tersebut sebagai  “hukum” bagi kedua belah pihak yang bersepakat, justeru dalam kasus  ini, kesepakatan tertulis tersebut  dijadikan sebagai perangkap bagi salah satu pihak oleh mereka yang memiliki power atas tuduhan “pemerasan” dengan “delik” aduan. Lantas, masih berlakukan hukum Indonesa, ataukah hukum telah beralih menjadi hukum rimba?

Berikut bukti data isi kesepakatan tertulis diantara pihak (I) Agus M yang dalam hal ini mewakili Tengku Apreandy dengan Pengusaha Sagu desa Kalimas, Kakap, Kubu Raya, Kalbar.

Isi Surat Pernyataan Kesepakatan Para Pihak :

  1. Sesuai kesepakatan bersama antara Pihak Pertama (1) dan Pihak Kedua (2) di Kantor Danramil Sungai Kakap yang difasilitasi anggota Danramil, Babinkabtimas Desa Kalimas dan Kepala Dusun Beringin dan Anggota FKPM Sungai Kakap pada tanggal 27/1/2014 hari senin disepakati untuk berdamai dengan dilampiri surat pemintaan maaf pihak kedua (2)
  2. Atas kesepakatan damai tersebut bahwa ucapan yang menyinggung perasaan pihak pertama (1) oleh pihak kedua (2) sudah diterima oleh pihak pertama (1) dengan iklas
  3. Setelah terjadi kesepakatan damai ini dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak, maka segala sesuatu yang menyagkut biaya administrasi pencabutan laporan terhadap kesepakatan damai ini akan ditanggung oleh pihak kedua(2) sebesar Rp.4.000.000 (empat juta rupiah) yang diterima oleh pihak pertama (1).
  4. Setelah surat pernyataan ini dibuat dan ditandatangani maka permasalahan yang terjadi sudah selesai dan tidak ada tuntutan lagi dikemudian hari baik secara perdata maupun pidana.

Demikian surat kesepakatan pernyataan ini dibuat dalam keadaan sadar dan sehat baik secara jasmani maupun secara rohani tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun juga untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Dalam surat pernyataan kesepakatan tersebut ditandatangani oleh para pihak ; yakni Pihak Pertama (1): Agus Aji Marianto (Mewakili Tengku Apreandy), Pihak Kedua : Tam Kim Seng (Pengusaha Sagu), Saksi-saksi : Frans Karadi (FKPM Sei Kakap), Wahyu Saputra (Kadus Beringin), Mengetahui : Salbiah (Kepala Desa). Tertanggal, 29 Januari 2014 bertempat di Kantor Kepala Desa Kalimas, Kecamata Kakap, Kabupaten Kubu raya, Kalbar.

Tembusan surat pernyataan kesepakatan tersebut juga disampaikan kepada : Danramil 19 Sungai Kakap, Kapolsek Sungai Kakap, Arsip.

Anehnya, setelah penandangan dan penyerahan uang berdasarkan kesepakatan damai di atas, Agus M dan rekannya Yetno langsung digelandang ke Mapolsek Kakap. Kemudian, barulah si pengusaha  sagu, Kim Seng, yang disinyalir tidak mengantongi ijin usaha dan lingkungan secara resmi menurut ketentuan  negara itu membuat laporan polisi “pemerasan”. (novi)

(dibaca 1219 X)