Ini Kasus Yang Ditangani Kajati Kalbar Triwulan I Ta. 2016

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat Warih Sadono beserta jajarannya, Wakajati Sugeng Purnomo, Asintel Suprianto, Aspidum Willy Ade Chaidir, Asbin Rina Virawati, Aspidsus Bambang Sudrajat, Asdatun Warman Widianta, Aswas Unaisi Hetty Nining, dan Kabag TU Munif pada Senin (04/04) siang kemarin, menggelar ekspose kasusPenegakan Hukum, Kajati Kalbar Warih Gandeng Media Masa. Lanjut Baca ... » yang sedang ditangani pihaknya dalam acara Media Gathering bersama sejumlah media masa cetak dan eletronik Kalbar di aula Kajati Pontianak.

“Siang ini ada 3 sesi. Pertama, perkenalan dengan jajaran yang baru, kedua penyampaian kegiatan oleh para asisten dan yang ketiga adalah tanya jawab,” kata Warih mengawali sesi perkenalan.

Usai perkenalan, Kajati Kalbar melalui jajarannya menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan oleh Korps Adhyaksa Kalbar itu. Satu persatu jajaran di bawah Kajati itu mempublikasikan hasil kinerja mereka.

Asisten Pembinaan Rina Virawati dapat kesempatan yang pertama. Dijelaskannya, bahwa Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam Triwulan I periode Januari s/d Maret 2016 yang telah disetorkan ke kas Negara sebagai PNBP dari sektor denda, tilang, dan lelang barang rampasan sebesar Rp1.8 Miliar. Kemudian, lanjut dia, dalam rangka sosialisasi dan mendekatkan diri dengan masyarakat, bidang yang ia komandoi telah menerbitkan brosur tentang profile Kejati KalbarLaki Kalbar Desak Kejati Usut Kasus Perumahan Khusus Rakyat. Lanjut Baca ... ».

Tak mau kalah dengan Asisten Pembinaan, Bidang Intelijen melalui Asintel Suprianto pun menyampaikan bahwa dalam rangka mendukung gerakan revolusi mental dan keterbukaan informasi publikSidang Perdana KIP Kalbar, Termohon Mangkir Sidang. Lanjut Baca ... », bidangnya pun sudah meluncurkan layanan SMS/WA maupun email pengaduan. “Layanan SMS/WA ke nomor 08115661555 dan email pengaduan : lapd.kejatikalbar@gmail.com. Untuk pelapor/pengadu akan dijamin kerahasiaanya. Kemudian yang kedua, untuk kegiatan TP4D juga melakukan pendampingan terhadap pembangunan proyek – proyek strategis seperti pembngunan pos lintas batas di Entikong atas permintaan Kanwil Bea dan Cukai Kalbar dan proyek – proyek pemda, BUMD serta Kanwil dari instansi vertikal (Kanwil Agama, PTPN XIII),” terang Asintel.

Begitupun halnya dengan Bidang Pidana Umum. Aspidum Willy Ade Chaidir pun  menjelaskan bahwa perkara yang cukup menarik perhatian masyarakat akhir – akhir ini, yaitu pembunuhan/mutilasi yang dilakukan oleh oknum polisi an. Brigadir Petrus Bakus terhadap ke 2 anak kandungnya (balita) di Melawi, yang mana kasusnya sudah SPDP dan Tahap I sudah diterima. Kemudian yang kedua, kasus illegal fishing oleh nelayan Cina KM Kway fey 10078 yang ditangkap oleh kapal pengawasan perikanan Hiu 11 di ZEE Laut Cina Selatan. “Nahkodanya telah ditangkap dan diamankan,  tetapi KM Kway Fey 10078 akhirnya dilepas karena terjadi insiden dengan kapal Coastguard Cina,” kata Willy.

Presentasi selanjutnya dari Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Asdatun Warman Widianta menerangkan, Jaksa sebagai Pengacara Negara selaku Kuasa Jaksa Agung RI telah berhasil memenangkan gugatan perdata terkait eksekusi terhadap kapal MT Western KGT yang diajukan oleh penggugat East West Marine S.A, dengan nilai kaungan negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp4 Miliar. “Kedua, Jaksa Pengacara Negara selaku Kuasa Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional telah berhasil melakukan negosiasi dengan PT Asuransi Umum di Jakarta terkait pencairan klaim asuransi sebesar kurang lebih Rp3.2 Miliar,” ucap Warman.

Selanjutnya di Bidang Pengawasan. Aswas Kejati Kalbar Unaisi Hetty Nining menyampaikan, dalam rangka meningkatkan integritas Jaksa dan menggelorakan semangat revolusi mental, pihaknya telah memasang sebuah baliho ukuran 6×8 meter yang bertuliskan ‘Jaksa Ingin Menjadi Sahabat Masyarakat, Siap Memberikan Pelayanan dan Keadilan Tanpa Biaya/Imbalan’.

Mendapat giliran publikasi, Aspidsus Bambang Sudrajat tak mau kalah action dengan rekan-rekannya di jajaran asisten. Ia mengaku, bahwa bertepatan dengan berlangsungkan Gathering Media Senin (4/4) siang itu, Bidang Pidana Khusus yang ia komandoi telah mengeluarkan Sprin No : Print-03/Q.1/Fd.1/04/2016 terkait dugaan tindak pidana korupsiSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... » pengadaan pupuk urea di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov Kalbar dengan kerugian Negara sebesar Rp5 Miliar.  (Novi)

(dibaca 377 X)