Ini Pesan Gubernur Cornelis Pada HUT Kemerdekaan RI ke 71

| Share on Facebook
usai upacara bendera

Caption FOTO – Kiri : Gubernur Kalimantan Barat Drs. CornelisDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... », MH, memotong tumpeng kemerdekaan yang akan diserahkan kepada perwakilan legiun veteran dan anggota Paskibra Provinsi Kalbar termuda asal Kabupaten Ketapang. Kanan : Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH.,  menyerahkan penghargaan sekolah Adiwiyata kepada salah satu Kepala Sekolah di Wilayah Kalimantan Barat pada resepsi kenegaraan memperingati HUT RI ke 71 di Istana Rakyat Kalimantan Barat, Rabu (17/8).

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Tema Indonesia Kerja Nyata yang digaungkan Pemerintah Republik Indonesia pada Ulang Tahun Kemerdekaan ke-71, menjadi semangat setiap daerah untuk semakin memperbaiki kualitas pembangunan di berbagai bidang dan memberikan pelayanan semakin baik kepada masyarakat, tidak terkecuali di Kalimantan Barat. Gubernur Cornelis, mengimbau supaya peringatan HUT RI ke-71 ini pelayanan kepada masyarakat harus ditingkatkan oleh birokrasi pemerintahan, karenanya birokrasi harus semakin memahami aturan main dan mengerti bidang-bidang tugas yang dijalankan, Harus tingkatkan kemampuan, birokrat harus lebih pintar, tolong kerja dengan baik, “Jangan menurut Cornelis, kata Pak Gubernur, Gubernur itu manusia biasa, kita harus berlindung pada Undang-Undang. Amanah bisa hilang kalau kita tidak rawat sebaik-baiknya, kalau tidak diurus, tidak dipelihara, amanah akan diambil lagi oleh yang memberi amanah,” ujar Cornelis, dalam sambutannya pada malam resepsi kenegaraan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 71, di Istana Rakyat Kalimantan Barat, Rabu malam (17/8).

Malam itu, Gubernur Cornelis juga menerima penghargaan Smart City dari PT. Telkom. Seperti dijelaskan  Bayun Royong Rohadi  General Manager Wilayah Telkom Kalbar, Smart City Nusantara merupakan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembangunan dan pengelolaan sebuah kota atau daerah dengan tujuan meningkatkan kemampuan kerja dan kinerja pemerintah. Penerapan konsep Smart City dimaksudkan agar pemerintah mampu memberikan pelayanan berkelanjutan, efektif serta dapat meningkatkan kenyaman dan keamanan kehidupan masyarakat dan mengutamakan kearifan lokal. Malam resepsi kenegaraan juga diisi berbagai hiburan, seperti penampilan Koor dan Orkestra Gita Bahana Khatulistiwa binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Penampilan Sape’, dan Drma Musical dipadu Fashion Show yang mengangkat tema pariwisata Kalimantan Barat.

 Terkait pembangunan Kalimantan Barat, menurut Cornelis, masih banyak yang harus dibenahi, tidak cukup hanya mengeluh dan mengeluh, semua harus kerja nyata, jangan hanya mengharap-mengharap-mengharap, tetapi kerja sesuai tugas pokok dan fungsi.

Terkait Indeks Pembangunan Manusia, Angka Harapan Hidup, Asap dan Rabies yang masih harus ditangani dengan ekstra. Terkait Asap, agar diantisipasi dengan jalan tidak membakar lahan, karena di kota Pontianak pun masih ditemukan bakar membakar, karena yang berbahaya itu asapnya yang bisa merusak lapisan ozon sehingga menimbulkan perubahan iklim dunia, selain itu juga mengganggu jarak pandang penerbangan. Demikian juga Rabies, atau virus anjing gila, harus segera ditangani dengan mengeliminasi anjing-anjing yang terjangkit, sehingga tidak sampai menggigit manusia.

Terkait dugaan trafficking yang masih menghantui Kalimantan Barat, Cornelis juga  mengingatkan agar masalah tersebut semakin serius ditangani, dirinya mengajak masyarakat kalau bisa bekerja di Kalimantan Barat saja, jika memang belum memiliki keahlian, di Kalimantan Barat masih banyak lapangan kerja, atau peluang wirausaha, seperti pembuatan tusuk gigi, karena Indonesia selama ini masih impor tusuk gigi. “Intinya untuk mengisi kemerdekaan kita bekerja nyata, untuk membangun Kalimantan Barat agar semakin baik,” pungkas Cornelis.

(dibaca 92 X)