Jambore Anak Indonesia di Malaysia

| Share on Facebook

new-picture

LENSAKAPUAS, KINABALU –  Gerakan Pramuka merupakan bagian dari Komponen Cadangan dalam sistem pertahanan Negara di Indonesia, yang mana setiap anggota Pramuka dimanapun mereka berada harus siap digunakan kemampuannya untuk mendukung komponen utama dalam upaya mempertahankan kedaulatan Negara sesuai dengan jenis pekerjaan yang ditekuninya. Sehingga kegiatan Pramuka sangat membantu pemerintah dalam menyiapakan komponen tersebut.

Demikan pengantar pembuka yang disampaikan oleh ILO TNI di Kota Kinabalu, Mayor Kav Jemmy ST. Sitorus yang merupakan Perwira Kodam XII/Tpr, kepada seluruh peserta saat menghadiri Upacara Pembukaan Jambore Anak Indonesia di Malaysia (JAIM) Ke-3 yang berlangsung di Taman Rekreasi Air Panas Tawau, Sabah Malaysia, beberapa waktu lalu.

JAIM Ke-3 dibuka secara resmi oleh Firma Agustina yang mewakili Konsulat Republik Indonesia di Tawau. Kegiatan ini diikuti oleh 36 CLC (Community Learning Center) setingkat SMP dengan jumlah peserta sebanyak 428 orang dan 72 orang pendamping. Turut juga yang menghadiri acara tersebut adalah Komandan 5/6 Askar Wataniah TDM dan perwakilan Pengakap Sabah.

“Jambore ini merupakan sarana pembinaan generasi muda Indonesia yang berada di Sabah, dengan menitikberatkan pengembangan karakter dan jati diri peserta yang terdiri dari mental, fisik, intelektual, spiritual dan sosial sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat”, dikatakan Ketua Panitia JAIM Ke-3, Budi Santoso, S.Pd.

Berbagai macam kegiatan dilakukan selama penyelanggaraan JAIM Ke-3 ini, meliputi perlombaan Teknik Kepramukaan, Out Bond, Pentas Seni dan Budaya serta Ceramah.

ILO TNI Kota Kinabalu memberikan ceramah dengan tema “Ancaman NarkobaPolda Kalbar Sita 2,3 Kg Shabu. Lanjut Baca ... » Bagi Generasi Muda”.  Jemmy mengatakan realitas penyalahgunaan Narkoba saat ini khususnya di Indonesia sudah tidak bisa dianggap sepele. Terlebih Presiden RI Joko Widodo sudah menyatakan status Indonesia Darurat Narkoba.

Lebih lanjut Jemmy mengatakan, berbagai langkah pencegahan harus dilakukan oleh semua pihak agar jumlah korban dari penyalahgunaan Narkoba ini dapat direduksi dari waktu ke waktu. Mengingat, saat ini peredaran Narkoba bukan hanya menyasar ke remaja dan orang dewasa, namun sudah sampai ke tingkat anak-anak bahkan balita.

“Dalam upaya pencegahannya, keluarga memiliki peran yang sangat strategis untuk membentengi anggota keluarganya dari perilaku penyalahgunaan Narkoba itu. Keluarga harus lebih peka terhadap perubahan perilaku anggota keluarganya”, tutur Jemmy.

Ceramah berlangsung dengan meriah, dikarenakan penceramah menyampaikan dengan gaya bahasa yang dipahami oleh anak muda sekarang. Dan juga diselingi dengan berbagai games agar para peserta paham betul tentang bahaya Narkoba bagi masa depan mereka.

(dibaca 77 X)