JANGAN BIARKAN KEDAMAIAN INI TERUSIK KEMBALI

| Share on Facebook

rabono acehLENSAKAPUAS, ACEH TIMUR – “Saat ini, kedamaian dan ketenangan telah kita rasakan bersama, tanpa ada keraguan, dan juga rasa takut akan ancaman dari kelompok yang ingin mengganggu ketenangan dan keamanan yang telah terjalin mesra sesuai MoU Helsinki,” ucap Rabono Wiranata,  Forum Pemuda Anak Bangsa kepada media di Aceh Timur, Kamis (26/2).

Dengan  kedamaian yang hakiki, kata dia, semua anak bisa bersekolah dengan aman, bisa beraktifitas seperti biasanya tanpa ada teror dan juga bentrok yang dulu pernah ada di Aceh.

Untuk mendapatkan kedamaian, lanjutnya, banyak korban yang berjatuhan. “Pemberontakan yang dulu terjadi, keinginan untuk merdeka dan memisahkan diri dari Indonesia yang dilakukan oleh kelompok yang hanya mementingkan kepentingan mereka sajatelah mengorbankan kepentingan masyarakat banyak.”

Ia mengingatkan, setiap bangsa akan lomba untuk memperkenalkan jati dirinya kepada bangsa lainnya agar lebih dikenal. “Jika kita tidak memiliki rasa itu, maka kita kehilangan nasionalisme. Indonesia merupakan Negara yang beranekaragam suku, budaya dan agama hendaknya memiliki kebanggaan karena keanekaragaman tersebut.

” Rabono, menjelaskan lebih lanjut, bahwa sikap penjajah dari 3,5 abad bangsa asing mengambil bahkan merampok kekayaan yang ada di alam kita, begitu banyak kekayaan alam yang dihasilkan dari bumi nusantara sehingga mengundang bangsa asing untuk mengambil hasil alam Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris dan Jepang.

Apakah hal tersebut belum cukup untuk membuka mata hati kita? Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan Indonesia. Adalah kemerdekaan kita semua, kita itu satu jiwa dan juga satu rasa. Bukan hanya satu pulau atau satu adat saja.

Beberapa waktu ini kedamaian yang ada telah terusik lagi oleh teror selebaran dan juga pengibaran beberapa bendera bulan bintang yang dulu identik dengan simbul Gerakan Aceh Merdeka. Hal ini secara tidak langsung dan tanpa kita sadari akan menjadi pemicu munculnya pemberontakan lagi oleh kelompok separatis yang hanya ingin agar kepentingan kelompoknya terpenuhi dan tercapai.

Mereka mengibarkan bendera dan juga membuat selebaran untuk memecah dan mengancam keamanan yang ada pada akhirnya akan mengadu domba kita semua agar terpengaruh oleh bujuk rayu dan janji manis mereka yang hanya menginginkan agar kita semua bertengkar, berkelahi, terpecah dan akhirnya mereka mengambil keuntungan dari semua yang terjadi di Aceh.

Tak perduli para pejabat atau rakyat, orang desa ataupun penduduk kota, baik tua ataupun muda, kaum pria atau wanita, dewasa atau anak – anak.
Semua mempunyai peran penting dalam menegakkan dan menjaga perdamaian rakyat yang telah ada di Aceh.

Sudah bukan waktunya kita bersembunyi dan membiarkan kelompok – kelompok seperti itu untuk merajalela dan mengganggu ketentraman hidup rakyat, merenggut
Jiwa kita dan orang – orang disekitar kita hanya demi memuaskan keinginan mereka.

Ingatlah bahwa Negara ini Negara Demokrasi, semua kembali kepada Rakyat. Dari Rakyat, oleh Rakyat dan untuk Rakyat pula, bukan milik kelompok yang bertindak buruk demi memenuhi keinginannya saja.

Apakah kita mau kembali seperti dulu lagi..?! Hidup dalam rasa takut, dan ancaman. Ingatlah saudaraku, dengan keinginan untuk merdeka dan memisahkan diri dari Negara Indonesia , maka yang akan kita dapatkan adalah suatu kehancuran, baik hancurnya Negara kita, Bangsa kita, persatuan dan kesatuan kita, dan secara tidak langsung itu adalah tanda dimana kita akan dijajah oleh bangsa lain. Marilah kita bernegara, berbangsa, yaitu satu bahasa Indonesia. ” Ucap Rabono demikian (Alam/RH)

Foto : Ilustrasi

(dibaca 346 X)