Jawaban Gubernur Atas Somasi Front Pelopor

| Share on Facebook
Ket. Gambar : : T. Berisarikan, S.H., Martinus Ekok, S.H. M.H., dan Andrias Tuto, S.H., ketika memberikan keterangan pers perihal  jawaban atas somasi Front Pelopor Untuk Kebenaran dan Keadilan

Ket. Gambar  : T. Berisarikan Madsun, S.H., Martinus Ekok, S.H. M.H., dan Andrias Tuto, S.H.,  selaku Kuasa Hukum Gubernur KalbarDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... » Drs. CornelisDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... », M.H. memberikan keterangan  perihal jawaban  atas somasi Front Pelopor Untuk Kebenaran dan Keadilan (foto:novi)

Martinus Ekok : Ketua MPR RI Nyatakan Siap Lantik Jokowi-JK, Masalah Selesai !

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, M.H., melalui empat Kuasa Hukumnya, yakni Martinus Ekok, S.H. M.H., T. Berisarikan Madsun, S.H., Lamran, S.H., dan Andrias Tuto, S.H. menyampaikan jawaban tertulis atas somasi yang dilayangkan oleh Front Pelopor Untuk Kebenaran dan Keadilan terkait pernyataan orang nomor satu di Kalbar di sejumlah media massa, untuk membentuk Negara Bagian di Kalimantan Barat.

“Dengan adanya berita pernyataan tersebut, ketua umum Front Pelopor untuk Kebenaran dan Keadilan, Hj. Rachmawati Soekarno Putri, S.H., pada tanggal 8 Oktober 2014 lalu mengirim somasi atas pernyataan Cornelis baik sebagai perseorangan maupun sebagai Gubernur Kalimantan Barat yang dianggap mengancam dan mengajak Kepala Daerah lainnya untuk membentuk Negara Bagian, apabila pelantikan Jokowi-JK dijegal,” ujar Martinus Ekok dalam jumpa pers di kantornya yang terletak di depan Pelabuhan Dwikora Pontianak Kamis (16/10) malam.

Terhadap somasi tersebut, kata Martinus, selaku Kuasa Hukum Cornelis, pihaknya telah membuat dan menyampaikan jawaban secara tertulis serta menjelaskan bahwa apa yang terucap oleh kliennya tersebut adalah bersifat pribadi dan bukanlah pernyataan kapasitas sebagai Gubernur Kalbar.

“Pernyataan ‘Referendum’ yang sempat terlontar dari beliau  hanya merupakan reaksi spontanitas atas hingar bingar situasi perpolitikan dan demokrasi di Indonesia. Intinya, beliau mengatakan bahwa kalau itu diganjal maka rakyat boleh bertanya, Ada apa? Namun, setelah terpilihnya ketua MPR RI yang baru dan adanya penyatakan siap untuk melantik Presiden terpilih Jokowi-JK, maka klien kami menyatakan bahwa masalah itu selesai,” terang Martinus.

Ia menegaskan, dalam surat jawaban somasi tersebut, kliennya secara terbuka telah melakukan upaya klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Indonesia yang merasa terganggu atas pernah terlontarnya ucapan ‘Referendum’ sebagaimana dirilis sejumlah media massa.

“Jadi hari ini, Kamis (16/10) sekitar pukul 13.00 wib tadi, kami menyerahkan jawaban somasi secara langsung ke kediaman Hj. Rachmawati Soekarno Putri di Jakarta, yang diterima oleh Ajudan  Ketua Umum Front Pelopor Untuk Kebenaran dan Keadilan,”  tandas Martinus Ekok.

(dibaca 633 X)