Kalbar Kurang Respon Kembangkan Komoditi Kelapa

| Share on Facebook
bambang setiaji

Prof.DR.Bambang Setiaji (ft:gemari)

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Instruktur Pelatih Peningkatan Nilai Tambah Produk/Komoditi Ekspor Hilirisasi, Prof. DR. Bambang Setiaji, mengungkapkan bahwa potensi peningkatan nilai tambah komoditi kelapa di Kalbar sangat besar, misalnya Kota Singkawang dan Sambas.

Kendati demikian, Guru Besar Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Gajah Mada itu menyayangkan Pemerintah Provinsi Kalbar yang tidak begitu tertarik mengembangkan potens yag ada. “Saya pernah ke sini, koq Pemdanya tidak pernah ada yang tertarik, gitu loch. Saya jadi heran, kenapa ya ? Karena biasanya provinsi itu terus menghubungi, tapi Provinsi Kalbar ini tidak pernah ada,” ujar Bambang ketika menjadi pembicara kegiatan pelatihan yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalbar di Pontianak belum lama ini.

Menurutnya, kalau pemerintah ada “good will” nya sedikit saja, pasti bisa. Contohnya, kata dia, masyarakat banyak yang membuat minyak. “Coba minyak itu dikumpulkan, kirim ke Jogja, saya beli, kan sudah bisa, tapi keliatannya tidak ada juga, perdagangan juga tidak, perindustrian juga tidak, perkebunan juga tidak,” beber Bambang.

Ia mengungkapkan, di Jogja dirinya membuat suatu koperasi yang keanggotaannya sekitar 100 orang. “Dia mengolah setiap hari itu 50 kelapa/KK. Kalau 100 orang kan satu harinya sudah 5.000 kelapa, 5.000 kelapa itu sudah tergolong banyak untuk diolah setiap hari. Minyaknya diambil, tempurungnya, airnya jadi Nata Decoco, saya juga membuat Nata Decoco jadi baju anti peluru,” terang Bambang.

Untuk itu, ia berharap dengan adanya pelatihan tersebut kedepan ada tindak lanjutnya. “Jangan hanya tindak-tindak. Kalau tidak ada kelanjutannya, kan cuma tindak-tindak saja saya kesini, sesuatu itu harus ada tindak lanjut,” kata Bambang.

“Selanjutnya gimana ya tergantung pada yang di sini, saya sudah menawarkan. Monggo, saya bantu untuk pengembangannya,tetapi kalau daerah sendiri tidak ada, ya bagai mana mau jalan,” tandasnya. (novi)

(dibaca 732 X)