KAMMI Menggugah Semangat Kepahlawanan Pejabat Kalbar

| Share on Facebook
DSC_1031

Dei Mahasiswa KAMMI Memperingati Hari Pahlawan (foto:alam)

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Hujan deras menguyur Kota Pontianak tak mematahkan semangat para mahasiswa yang tergabung dengan KAMMI (Kesatuan Aksi MahasiswaRaport Merah Buat Gubernur dan Dewan Kalbar. Lanjut Baca ... » Muslim Indonesia) Kalbar saat melaksanan demoUnjuk Rasa Solmadapar Buat Kapolda Baru. Lanjut Baca ... » di Bundaran Degulis Untan Pontianak dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Spanduk dan poster yang diusung memuat sindiran bagi penguasa dan pejabat “Di kota mempesona di desa merana, Di pelosok terpojok di kota idola, Di kampung tak rampung di kota tertata” dan “Rakyat ditinjak uang di bajak hidup terdesak” sore (11/11/2013)

Dalam orasinya KAMMI Kalbar menyampaikan sikap atas fenomena absennya para “Pahlawan” tersebut (Pemerintah dan Penguasa) yaitu “Menuntut pemerintah serius dalam menyelesaikan permasalahan bangsa dan KAMMI siap berkonstribusi dalam menyelesaikan permasalahan bangsa”

Hal senada yang diungkapkan Koorlap aksi Sdr. M Kharis bahwa negeri ini telah diwariskan oleh para pahlawan kita kepada para penguasa dan pejabat seyogyanya mereka juga adalah pahlawan bagi rakyat yang telah mempercayakan urusan mereka, namun sekarang dapat kita saksikan bersama khususnya Kalbar kita tercinta ini, bagaimanakah mentalitas para penguasa dan pejabat dalam memimpin daerah yang kita banggakan ini ?

Kalimantan Barat yang telah mewacanakan penganggaran untuk pendidikan ditahun 2013 ini sebesar 20 % dari total APBD Kalbar ,sesuai dengan pernyataan Cristiandi Sanjaya orang nomor dua di Kalbar (dalam GATRANews) bahwa APBD Kalbar untuk tahun 2013 secara keseluruhan mencapai Rp. 20,6 triliun dan dengan anggaran sebesar itu harusnya pemerintah sudah dapat peningkaytan mutu pendidikan di Kalbar ini. Namun realitas dilapangan tidak mengatakan seperti itu Ditambah lagi IPM (Indeks Pembangunan Masyarakat) Kalbar tahun 2013 yang masih berada pada posisi 28 dari 33 Provinsi.

Selain itu, berdasarkan data BPS Kalbar jumlah penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan pada bulan Maret 2013 sekitar 369.010 orang (8,24%) dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan September 2012 yang berjumlah 355.700 orang (7,96%) berarti meningkat sekitar 13.310 orang (0,28%) begitu juga jika dibandingkan pada bulan Maret 2012 yang berjumlah 363.310 orang (8,17%) berarti meningkat sekitar 5.700 orang atau mengalami kenaikan 0,07% , permasalahan diatas merupakan tanggung jawab para pejabat berwenang yang seharusnya menjadi pahlawan bagi kita masyarakat Kalbar yang belum bisa dikatakan sejahtera. (alam)

(dibaca 799 X)