Pasangan Cawako Iwan-Acui Serap Aspirasi Masyarakat

| Share on Facebook
Kampanye Hari Pertama Pasangan Cawako, Iwan Gunawan - Acui Simanjaya

Kampanye Hari Pertama Pasangan Cawako, Iwan Gunawan – Acui Simanjaya

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Kampanye  hari pertama Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Pontianak 2013, dimanfaatkan oleh Pasangan Kandidat Nomor urut 2, Iwan Gunawan, ST – Andreas Acui Simanjaya untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi maupun masukan dari masyarakat. “Saya bersama teman-teman ingin menyapa dan mendengarkan lansung apa yang menjadi keluhan serta harapan seluruh lapisan Masyarakat. Ternyata, sepanjang perjalanan tadi, banyak sekali hal-hal yang disampaikan ke kita,” ungkap Iwan Gunawan. Intinya, kata dia,  masyarakat menginginkan adanya suatu perubahan. Bukan hanya perubahan wajah kota saja, tapi juga menyangkut pendapatan individu, kemajuan usaha, dan solusi kongkrit untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada di Kota Pontianak.

Menurut dia,  dalam hal pembenahan, program yang dicanangkan harus terintergrasi satu dengan  yang lainnya,  saling berhubungan. “Ketika ditanya masalah air bersih, saya minta waktu 3 tahun dipastika persoalan ini bisa teratasi. Kemudian yang lainnya, sesuai apa yang menjadi Visi dan Misi kita. Berbudaya, Sehat, Cerdas dan Mandiri,” kata Iwan.

Dilanjutkannya, untuk meningkatkan kebersamaan masyarakat Kota, dapat dilakukan dengan meningkatkan sikap toleransi, bahu membahu dan tolong menolong. Menurut Iwan, Kota Pontianak punya banyak potensi, terlebih keberadaannya sebagai ibukota Provinsi Kalbar. “Kota Pontianak harus bisa menjadi pusat perdagangan. Kemudian, banyak hal lainya yang perlu dibenani, baik fisik maupun non fisik. Untuk fisik, berkaitan dengan tata kota dan transportasi. Sedangkan non fisiknya, menyangkut SDM, dalam upaya peningkatan perdapatan perkapita masyarakat,” ujarnya.

Iwan Gunawan pun menjelaskan sisi lebih pasangannya yang  maju melalui jalur independen dengan latar belakang pengusaha, terutama dalam mengambil suatu kebijakan atau keputusan. “Kalau pengusaha yang penting hasil akhirnya, kalau pemerintah prosedur dan birokrasinya,” kata Iwan.  Jadi, kata dia, ia dan pasangannya, akan menggabungkan kedua pola tersebut, sehingga tidak menyalahi aturan.

Mengenai Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Iwan Gunawan  mengungkapkan, setelah dirinya bersama pasanganya, Acui Simanjaya turun ke lapangan, ternyata banyak masyarakat yang belum memiliki IMB. Hal itu dikeluhkan masyarakat, lantaran setelah mereka rehab rumah dan ingin menjualnya kembali menjadi terkendala.  “Masyarakat katakana, bukan tidak mau bayar, tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya, karena tidak ada petugas mensosialisasikan mengenai tata cara pengurusan pembayarannya,” beber Iwan.

Lebih lanjut, Pasangan yang maju melalui jalur independent ini menandaskan kurang optimalnya penggarapan PAD.  “Meskipun dari laporan selalu meningkat setiap tahunnya, tetapi memang belum maksimal. Seharusnya PAD kita bisa 3 kali lipat dari yang ada sekarang”.  Meningkatnya PAD, menurut Iwan, indikatornya pada kesejahteraan rakyat. “Kalau PAD kita meningkat, pasti kesejahteraan rakyat akan meningkat pula, karena akan kelihatan dalam hal pembayaran pajak, perputaran ekonomi, dan bisnisnya ada disitu. Paling tidak harusnya PAD Kota Pontianak Rp.600 M,” tandasnya.

(novi)

(dibaca 593 X)