KANA Tuding Inspektorat Aceh Timur Mandul

| Share on Facebook
Muzakir, Ketua LSM KANA
Muzakir, Ketua LSM KANA

LENSAKAPUAS, ACEH TIMURMTQ ke-32, Aceh Timur Ikut Pawai Ta’ruf dan Mobil Hias. Lanjut Baca ... » –  Tugas dan fungsi inspektorat Aceh Timur tidak  kelihatan padahal peran inspektorat daerah sebagai aparat pengawas internal pemerintah berperan sebagai QUALITI ASSURANCE yaitu penjamin suatu kegiatan DPT berjalan secara EFISIEN dan efektif hal itu sesui dengan PP  nomor 79 tahun 2005 tentang pedoman pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan diperkuat Undang Undang nomor 70 tahun 2012 pada point 4 tentang peran inspektorat. Demikian dikatakan Muzakir Selaku Ketua LSM KaNA pada Media Selasa (11/8/2015) via telpon selulernya.

Muzakir melanjutkan, dari banyaknya bermunculan kasus pidana korupsiSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... » di Aceh Timur dianggap sebagai akibat dari lemahnya pengawasan. Inspektorat, menurut LSM KANA, ikut andil dalam kasus-kasus tersebut karna juga lemahnya pengawasan.

Untuk itu, kata Muzakir,  kinerja dan fungsi pengawasan Inspektorat perlu dipertanyakan, sebab satu persatu kasus bermunculan di Aceh Timur ,dan satu persatu oknum PNS Aceh Timur di laporkan ke POLISI.  Sebagai contoh kasus indikasi pungli pengurusan sporadik di Kec. Ranto Perlak kasus raskin, kasus pengutipan calon PNS , isu pengutipan guru daerah ter tinggal, kasus SPPD Fiktif yang menumbalkan dua orang oknum PNS pegawai rendahan dan banyak kasus lainnya.

Hal yang paling sensitif kata Muzakir,  lemah nya pengawasan internal sebab  banyak proyek yang dikerjakan tidak sesuai spek, padahal inspektorat langsung turun kelapangan melakukan peninjauan jika ada indikasi pekerjaan yang bermasalah atau menyimpan akan diketahui, namun sejauh ini tidak ada kontraktor yang di laporkan ke Polisi .

Seharusnya inspektorat bersikap kritis jika adanya dugaan penyimpangan  dalam pembangunan atau ada indiksi korupsi,untuk itu KaNA menilai kepala inspektorat Aceh Timur  daya tawarnya rendah pengawasan kita ini jeruk makan jeruk, dengan banyak kasus maka  ini menjadi indikasi lembaga inspektorat belum bekerja dengan baik. tukas Muzakir.

Aneh  rasanya ketika banyak kasus dilaporkan kepolisian namun inspetorat tidak menemukan pelanggaran dalam lingkup pemerintah, papar Muzakir.

Untuk itu kata Muzakir ,KaNA  mengingatkan  bahwa hal ini akan menjadi ancaman tersendiri bagi pemerintah di sebabkan  lemahnya pengawasan. Kami mengharapkan Rocy selaku Bupati  Aceh Timur dalam memilih kepala inspektorat  harus yang bisa memberi warna terhadap lembaga tersebut dan harus berfungsi sebagai Katalisator dan  harus  punya INTEGRITAS,MORALITAS, serta KAPABILITAS SERTA KOMPETENSI YANG tinggi dalam menjalankan tugasnya.

Apa lagi  dengan kondisi sekarang ini membuktikan bahwa tidak adanya fungsi pembinaan dan EVALUASI kinerja di wilayah internal pemerintah oleh inspektorat, seharusnya inspektorat memiliki fungsi pengawasan yg melekat,malah melebihi pengawasan dewan, ujar Muzakir mengahiri pembicaraannya. (Alam)

(dibaca 403 X)