Kapal Kargo Express Angkut 19 Kg Ganja Kering

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Jajaran Polda KalbarPolda Kalbar Kerahkan 1.039 Personil Operasi Kapuas Ketupat 2015. Lanjut Baca ... » berhasil mengamankan  19 kg ganja kering yang dikemas dalam  23 bungkusan di wilayah Perairan Kalbar dari sebuah kapal kargo expres jurusan Jakarta-Pontianak, Minggu, 22 september 2013 siang.

Komisaris Besar (Pol) Ahmad Alwi, Direktur Reserse NarkobaHoree...e..e...Bride Bebas. Lanjut Baca ... » Polda Kalbar, menyampaikan bahwa terungkapnya pengiriman ganja kering tersebut,  berdasarkan  informasi yang diperoleh mengenai adanya kapal yang membawa narkotika ke Kalbar.

Dari hasil informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan di lapangan. Informasinya, pada hari Jum’at (20/9/2013)  adanya seorang laki-laki yang menitipkan kepada Sdr. Memet, Kepala Kapal Kargo Expres 88 dari Jakarta tujuan Pontianak sebuah karung yang isinya narkotika jenis ganja kering yang sudah dikemas dalam bungkusan.

Ganja tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada seorang laki-laki atas nama Leo yang berdomisili di Pontianak. Kemudian, Minggu (22/09) sekitar pukul 13.00 WIB, setelah kapal tersebut dipastikan masuk kawasan perairan Pontianak Kalbar,  Tim Subdit Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar melakukan pengejaran menggunakan speed boat.

Setelah dilakukan penggeledahan muatan dalam kapal kargo expres tersebut, petugas menemukan satu buah karung yang berisi barang narkotika jenis ganja kering sebanyak 23 bungkusan seberat 19 kilogram yang diletakkan ditumpukan tali dan kayu pada ruang gudang belakang kapal untuk mengelabuhi petugas. Kemudian,  sepuluh anak buah kapal kargo express diperiksa dan menetapkan Sdr. Memet kepala kapal kargo expres sebagai tersangka.

Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, AKBP Mukson Munandar, mengungkapkankan bahwa barang haram jenis ganja kering tersebut diduga berasal dari Aceh. “Masih dilakukan  penyelidikan asal ganja, untuk mengembangkan pelaku dan tersangka lainnya. Ganja kering tersebut diperkirakan bernilai Rp 190 juta,” ujar Mukson.

(alam)

(dibaca 1071 X)

None found.