Kapolda Arief : Tidak Ada Lagi Polisi Jaga kebun

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Kapolda Kalimantan Barat Brigjen Pol Arief Sulisyanto menegaskan,  penegakan hukum merupakan cara terakhir yang dambil apabila proses musyawarah dan negosiasi suatu konflik tidak menghasilkan sebuah kesepakatan.

“Tapi Polri akan melakukan langkah-langkah mediasi, tidak lagi menggunakan kekuatan pasukan. Pertama, identifikasi dulu akar masalah dari konflik itu apa supaya kita tahu treatmennya, kemudian bagaimana dan siapa saja  atau stakeholder mana yang memiliki kewenangan dalam menyelesaikan masalah itu,” kata Kapolda usai menghadiri Rakor ‘Kepastian dan Perlindungan Hukum Dalam Usaha Perkebunan Kelapa Sawit di KalbarHari Pertama Kapolda Baru Kalbar Ngantor. Lanjut Baca ... »’ Gabungan Pengusaha SawitPeluang Pengadilan Jalanan Terbuka Lebar. Lanjut Baca ... » (GAPKI) di salah satu hotel di Pontianak belum lama ini.

Yang kedua, lanjut Arief, Polri harus bersifat netral dan tidak berpihak pada salah kubu yang bertikai. “Tidak berpihak kepada perusahaan juga tidak berpihak kepada masyarakat. Sehingga independensi keadilan yang harus ditegakkan. Langkahnya adalah melalui mediasi untuk carikan ‘win-win solution’ tidak ada yang merasa menang , tidak ada yang dikalahkan. Mentang-mentang perusahaan  bayar sekian. Tidak ada lagi yang seperti itu,” tegas Kapolda.

Selanjutnya, Kapolda Arief meminta kepada perusahaan perkebunan untuk membangun ‘industrial security’ sehingga ada jumlah pengamanan yang ideal, baik itu dalam bentuk satpam atau bentuk pengamanan yang lain. “Nanti kami akan melatih, sehingga satpam itu nanti akan diberdayakan. Tugasnya Polri, Kapolres, Kapolsek adalah melakukan supervisi terhadap penugasan satpam, sehingga tidak ada lagi polisiSertijab Lima Pejabat Utama Polda Kalbar. Lanjut Baca ... » jaga kebun, tidak ada lagi Brimob yang jaga kebun. Brimob dan polisi itu bertugas  menjaga keamanan masyarakat,” terang orang nomor satu di PoldaKapolda : Pentingnya Tertib Berlalu Lintas. Lanjut Baca ... » Kalbar.

Hal tersebut, kata Arief, supaya keamanan masyarakat tetap terjaga begitu juga para pengusaha perkebunan. “Dengan begitu,  hubungan yang harmonis antara pengusaha dengan masyarakat sekitar bisa terjalin dengan baik,” tandasnya. (novi)

(dibaca 472 X)