Karolin Pinta Majelis Hakim Kabulkan Penangguhan 2 Tersangka

| Share on Facebook
Sidang Praperadilan Vs BKSDA Kalbar

Sidang Praperadilan Vs BKSDA Kalbar

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Suasana sidang praperadilan kasus 2 warga yang memakan bangkai orang utan di Pengadilan Negeri Pontianak pada Kamis (28/11) kemarin sedikit beda. Pasalnya, sidang dengan agenda mendengarkan kesaksian 3 orang saksi tersangka itu dihadiri oleh dr. KarolinKarolin MN Potensi Calon Tunggal di Kab.Landak. Lanjut Baca ... » Margret Natasha, Puteri sulung Gubernur KalbarDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... », Drs. CornelisDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... », M.H. yang juga Anggota DPR RI Dapil Kalimantan barat.

Dimintai komentarnya usai mengikuti persidangan, Karolin mengatakan tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Namun, ia juga berharap agar Majelis Hakim yang menangani dan memimpin kasus tersebut  agar bisa mengabulkan penangguhan penahanan tersangka Hanafi dan Ignasius. “Kami menghormati proses hukum, tetapi kami juga mohon keadilan,” ujar Karolin.

Hal tersebut ia katakan,  setelah mendengar keterangan tiga orang saksi yang dihadirkan dalam persidangan, meringankan tersangka. “Kedua tersangka tidak melakukan pembunuhan orangutan tersebut,” ucapnya.

Karolin justeru menyoroti kurangnya sosialisasi pihak termohon (BKSDA). “Apa yang dilakukan oleh masyarakat dan kedua tersangka itu karena ketidaktahuan. Jadi, kami mohon keadilan yang seadil-adilnya untuk kedua tersangka itu.  Orang Dayak memakan daging orang utan itu biasa, karena akar budayanya dari hutan, tapikan harus melaui proses edukasi. Nah, KSDA kemana?” tanya Karolin. (cece)

(dibaca 653 X)