Karya Seni Pelukis & Perupa Go Internasional

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Pameran yang bertajuk kuratorial “Citra Khatulistiwa”,  akan menyajikan 25 buah lukisan Hasil karya pelukis Old Master Seni Rupa Indonesia dan 53 buah lukisan para seniman Kalimantan Barat, yang akan digelar mulai 27 agustus s/d September 2013 di Museum Kalbar, Jl. A Yani Pontianak.  Pameran tersebut dikuratori oleh Kuss Indarto dari Galeri Nasional Indonesia (GNI), Eugene Yohanes Palaunsoeka, ketua Komite Seni Rupa, dan Dewan Kesenian Kalimantan Barat.

Dalam pameran, Kuss Indarto, bertugas menyeleksi 1.700an karya dari GNI yang tepat untuk dipamerkan.  Sedangkan Yohanes bersama yang lainnya melakukan seleksi serta proses pendampingan terhadap hasil kreatifitas para seniman Kalimantan Barat.

Berdasarkan release yang diterima, dijelaskan, GNI merupakan lembaga yang berada dibawah naungan Dirjend Kebudayaan, Kemendikbud.  Pameran ini merupakan program rutin tahunan yang dilakukan sejak tahun 2006 lalu, yakni berlabel Pameran Keliling  yang dilakukan dibanyak Kota Provinsi di Indonesia. Ini menjadi perhelatan untuk kedelapan (ke-8) kalinya. Untuk kesempatan yang pertama, pada tahun 2006 , GNI menggelar pameran seperti di Medan, Sumatera Utara. Kemudian pameran kedua berlangsung di Manado, Sulawesi Utara (2007), ketiga di Balikpapan, Kalimantan Timur (2008), keempat di Ambon, Maluku (2009), kelima di Palembang, Sumatera Selatan (2010), keenam di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (2011), dan pameran keliling ketujuh di Makassar, Sulawesi Selatan (2012).

Selain pameran tersebut , GNI juga menghelat pameran serupa di Mancanegara, pameran koleksi di level Regional itu telah diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 2007, Manila, Filipina (2008), Bangkok, Thailand (2009), Hanoi, Vietnam (2010), Aljazair (2010), dan Myanmar (2012). Rencananya, untuk tahun 2013 ini berlangsung di Teheran, Iran dan Washington, Amerika Serikat.

Menurut Kepala Galeri Nasional Indonesia , Tubagus Andre Sukmana, kegiatan tersebut penting, artinya untuk memberikan persebaran pengetahuan atas tabungan koleksi karya seni rupa yang dimiliki ke seluruh masyarakat luas. Saat ini, lembaga GNI memiliki koleksi karya seni rupa 1.700an buah, mulai dari lukisan, grafis, patung, lukis batik, hingga karya seni instalasi, dari seniman dalam dan luar negeri.

Lebih lanjut dikatakan Tubagus, karya tersebut merupakan salah satu aset seni budaya milik negara yang pantas untuk dinikmati oleh masyarakat. Dengan  demikian, kata dia, perhelatan pameran memiliki titik hubung yang selaras dengan garis besar tugas dan fungsi GNI, yakni  melaksanakan pengkajian, pengumpulan, pendokumentasian, registrasi, perawatan, pengamanan, pameran, kemitraan, layanan edukasi dan publikasi karya-karya seni rupa. Terutama dalam bentuk seni rupa modern dan kontemporer. Sekali lagi, pada fase apresiasi inilah kami bergerak untuk dan demi masyarakat.

(novi/alam)

(dibaca 1402 X)