Kasdam XII/Tpr Hadiri Upacara Hari Bhakti Ke 70 di PU Kalbar

| Share on Facebook

IMG_7964

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Kepala Staf Kodam (Kasdam) XII/ Tanjungpura Brigadir Jenderal TNI Aris Martono Haryadi bersama Asisten II Sekda Kalbar Lensus Kandri, SH, MH dan Staf Ahli Gubernur KalbarApel HUT RI Ke-68, Gubernur Jadi Inspektur Upacara. Lanjut Baca ... » Drs M Aminudin, serta Mayor Suhardin dan Mayor Laut Jamhari menghadiri Upacara Hari Bhakti Ke 70 di Halaman Upacara Dinas PU Kalbar, dengan Inspektur Upacara Wakil Gubrnur Kalbar Drs Christiandy Sanjaya, SE, MM, Kamis (3/12).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Basuki Hadimuljono menegaskan, momentum hari jadi PU ke 70 tahun ini menjadi momen strategis bagi jajaran Kementerian PUPR untuk memikirkan kembali apa yang sudah dan sedang di lakukan dan yang hendak di lakukan ke depan dalam membangun infrastruktur ke-PUPR-an, dengan semangat juang Sapta Taruna.

“Peran Kementerian PUPR untuk mewujudkan infrastruktur yang handal di dalam membangun Indonesia menjadi sangat strategis, karena membangun infrastruktur, sesungguhnya sebagai wujuda untuk membangun bangsa,” kata Menteri PUPR, dalam sambutan yang dibacakan Wagub Kalbar Drs Christiandy Sanjaya, SE, MM, saat menjadi Irup Upacara Hari Bhakti ke 70 di Halaman Kantor Dinas PU Kalbar.

Dikatakannya, terbangunnya infrastruktur akan memberikan kontribusi yang besar dalam mewujudkan pemenuhan hak dasar rakyat, menjadi faktor produksi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Disamping itu juga, pembangunan 1.000 kilometer jalan tol dan 2.650 kilometer jalan arteri baru untuk meningkatkan konektivitas dan mengurangi kesenjangan pertumbuhan wilayah, pembangunan infrastruktur permukiman terutama pemenuhan 100 persen akses minum dan sanitasi, dan menghapus permukiman kumuh.

Untuk itu, Jajaran PUPR harus mampu bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk menerpadukan seluruh rencana dan mensinkronkan semua program yang di susun, tidak hanya infrastruktur bidang PUPR saja tetapi juga dengan sektor lainnya.

“Kita harus bekerja lebih keras untuk mencapai target pembangunan yang demikian besar dan berkualitas. Pemerintah telah menempatkan infrastruktur sebagai prioritas pembangunan karena ketersediaan infrastruktur PUPR memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia,” paparnya.

Untuk itu, proyek-proyek infrastruktur yang saat ini terhambat pelaksanaannya harus segera dicarikan solusi untuk mempercepat penyelesaiannya.

“Dalam bekerja, tidak lupa kita pun harus selalu bertindak tepat dalam upaya mencapai sasaran capaian progress 93 persen yang harus diselesaikan sesuai standar kualitas dan proses yang dapat dipertanggungjawabkan serta memperhatikan standar keselamatan dan keamanan,” tegasnya. (Red)

Rilis : Pendam XII/Tpr

(dibaca 755 X)