Kasus Tipikor Jadi Atensi Utama Kejati Kalbar

| Share on Facebook

Resi Anna : Jangan Cuma Ekspos Buruknya Saja !

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Penanganan kasus tindak pidana korupsi  akan menjadi atensi utama  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat. ” Nomor duanya adalah kasus narkobaHoree...e..e...Bride Bebas. Lanjut Baca ... »,”  ujar  Resi Anna Napitupulu, SH, MH Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar dalam konferensi pers belum lama ini di Aula kantor Kejati Pontianak.

Ia mengungkapkan,  saat ini kuantitas perkara yang ditangani pihaknya, sudah melebihi anggaran yang disiapkan.  Kendati demikian, ia berjanji akan menunjukan kualitas kinerjanya dalam hal penegakan hukum. Apresiasi atas kesungguhan jajarannya dalam menangani kasus menurutnya patut diacungi jempol. ” Kalbar  mendapatkan peringkat enam dalam penindakan kasus tipikor. Langkah tegas terhadap tersangka akan terus kita lakukan, sampai menyeret mereka ke ranah hukum. Itu dilakukan untuk mempertahankan peringkat, bila perlu ditingkatkan lagi,” tandasnya.

Selanjutnya, Mantan Kepala Pusat Data Statistik Kriminal Kejagung ini  menuturkan, setiap penindakan dalam pengungkapan kasus tipikor, harus selalu berpedoman sesuai dengan prosedur yang ada. Demikian pula halnya dengan kasus lainnya, seperti narkoba. ” Segala teknis untuk menyeret tersangka harus dijalankan dengan baik oleh petugas. Dalam menegakkan hukum, kita tidak tebang pilih. Siapa pun yang terlibat, tetap kami tindak sesuai dengan pasal berlaku,” tegas Resi Anna.

Selain fungsi utamananya, Ressi Anna juga meminta para Jaksa untuk selalu mentaati perintah harian. Seperti dalam  keimanan, pengetahuan, dan pengabdian. ” Semua itu harus ada di pribadi para Jaksa, demi menegakkan keadilan dan kredibilitasnya di lingkungan masyarakat,” ujarnya. Sampai saat ini, kata dia, belum ada jaksa yang melakukan penyelewengan. Baik itu dari perbuatan tidak menyenangkan maupun yang  merugikan masyarakat.

Dalam pengamatannya selama menjabat Kajati Kalbar,  belum ditemukan perkara kasus suap atau pemerasan dalam penyelesaian kasus-kasus tertentu oleh jajarannya. “Sampai sekarang belum ada yang melakukan pelanggaran disiplin,” kata dia. Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap Jaksa di Kalbar. ” Karena sesuai dengan Pakta Integritas, mereka (Jaksa) harus mengikuti prosedur secara transparan. Dalam perjanjian itu, jika mereka melakukan pelanggaran akan diberikan sanksi tegas,” ujar Resi Anna.

Dalam kesempatan itu, ia juga  berpesan kepada seluruh awak media yang hadir untuk   tidak  selalu mengekspos kekurangan Kejati. “Prestasi  juga perlu disampaikan ke publik. Media adalah mitra, untuk itu kita akan selalu bersinergi,” ucap mantan Direktur Penuntutan Kejagung ini.

(fauzi)

(dibaca 707 X)