Kebutuhan Materil Semen Kalbar Meningkat

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Penjualan semen Gresik di Kalbar  terus meningkat. “Hingga september 2014 penjualan semen Gresik area Kalimantan Barat mencapai 196.419 ton. meningkat 17% dibanding periode yang sama pada tahun 2013, yaitu sebesar 167.517 ton. Peningkatan penjualan tertinggi terjadi di Ketapang,  mencapai 96.050 ton atau naik sebesar 52% dibanding tahun lalu yang berkisar sebesar 63.78 ribu ton,” ungkap Bambang Djoko, Kepala Departemen Penjualan Semen Indonesia belum lama ini di salah satu hotel di Pontianak.

Meningkatnya kebutuhan semen di wilayah Kalbar, kata Bambang, merupakan indikator bahwa pembangunan  berjalan dengan baik. “Pembangunan infrastruktur juga sangat penting untuk mengefesienkan ekonomi. Infrastruktur yang baik akan menjamin efesiensi, memperlancar pergerakan barang dan jasa dan meningkatkan nilai tambah perekonomian,” ujarnya.

“Industri semen adalah penopang pertumbuhan ekonomi, ketersediaan semen akan sangat menentukan pembangunan sarana infrastruktur yang nantinya akan mengungkit gairah sektor ekonomi lainnya, seperti property, pertanian, hingga energi. Karena itulah keberadaan industri semen perlu didorong agar bisa menghasilkan bahan semen yang tepat mutu bagi pembangun infrastruktur,” jelas bambang.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat Jakius Sinyor mengatakan bahwa Kalbar adalah salah satu daerah dengan pembangunan infrstruktur sebagai prioritas utama. “Belum lagi pembangunan ‘smelter’ atau industri pengolahan bauksit yang diwajibkan oleh pemerintah dalam rangka membangun industri hilir. Kalbar juga mempunyai beberapa proyek pembangunan yang cukup besar, seperti rencana pembangunan Jembatan Kapuas III dan Jembatan Tayan yang saat ini sedang berlangsung,” jelas Kadis PU.

Menurut dia, Kalbar harus mampu mendorong infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan. “Tujuannya, dalam rangka pemerataan pertumbuhan ekonomi hingga ke berbagai pelosok. Dan ini tentu akan membutuhkan semen dalam jumlah banyak dan berkualitas,” tandas Jakius. (novi)

(dibaca 580 X)