Kejar Klim BPJS, Kadis Kesehatan Kangkangi Qanun

| Share on Facebook

Ilustrasi (ft.acehtraffic.com)
Ilustrasi (ft.acehtraffic.com)

LENSAKAPUAS, LANGSA – Asyik mengurus bisnis klinik, Kadis Kesehatan lupa urus negara dan rakyat. Tugas dan wewenang yang dipercayakan kepadanya selaku abdi negara dan masyarakatat sesuai sumpah jabatan yang pernah ia ucapkan saat pelantikan sepertinya sudah dilupakan. Hal tersebut ditunjukan dengan terbengkalainya pelayanan  masyarakat  di bidang  kesehatan, buktinya angka kematian bayi meningkat, karena minimnya pelayanan  bidan yang bertugas di daerah pedesaan.

“Dua bulan terakhir banyak bayi lahir yang meninggal di kota Langsa. Seperti hari Sabtu (25/4)  lalu, seorang Ibu hamil tua warga Gampong Jawa harus pindah ke Gampong Baru Langsa Lama untuk proses persalinan,” ucap seorang warga yang enggan menyebut namanya.

Berdasarkan pengalaman pahit ia alami langsung, ceritanya, ketika istrinya merasa sakit tanda-tanda mau melahirkan. Ia pun bergegas menjemput seorang Bidan yang praktek di Gampong Daulat berinisial M, setibanya M di rumah pasien, lalu M memangil rekannya N, selanjutnya kedua bidan itu berupaya memberi pertolongan di rumah pasien hingga bayi lahir dalam keadaan normal. Namun, kata dia, bayi yang  baru lahirkan tersebut akhirnya meninggal.

Menurut penuturan suami pasien tadi, bidan yang membantu proses persalinan isterinya itu tidak merujuk supaya dibawa ke rumah sakit.

Dikonfirmasi perihal kejadia tersebut, bidan N mengakui bahwa dia datang ke tempat pasien tersebut karna dimintai tolong oleh bidan M “Sesampainya saya ke tempat pasien, saya lihat pasien kondisinya sudah tidak mungkin dievakusi ke Rumah Sakit. Semestinya bidan M tidak perlu jemput , tetapi langsung saja bawa pasien ke Rumah Sakit,” jawab  bidan N melalui  telpon selulernya menyalahkan rekannya.

Wakil ketua KNPI Kota Langsa, Tfa, sangat menyesalkan peristiwa kelahiran bayi meninggal yang kerap terjadi. Ia menilai pasien bersalin tersebut tidak diawasi dengan baik oleh para petugas kesehatan kota Langsa. “Bidan-Bidan itu hanya mementingkan Askes Klaim Dana BPJS ke Klinik Dr Syarbaini ketimbang menyelamatkan nyawa orang. Semestinya para bidan tidak boleh menolong persalinan di rumah pasien. Ini menunjukan Kadis Kesehatan kota Langsa lebih mementingkan bisnis pribadinya dari pada nyawa Masyarakat,” geram Tfa.

Dikatakannya, dengan tingginya angka bayi lahir yang meninggal membuat masyarakat was – was akan keselamatan mereka kususnya ibu Hamil. “Sepertinya Wali Kota Langsa tidak peduli dengan kepentingan kesehatan masyarakat sesuai Qanun yang telah ditandatanganinya bersama Legislatif Tahun 2008 silam. Kinerja Kadiskes sudah sangat bobrok, tapi tidak ada tindakan apapun,” kesal Tfa.

Ia menduga praktek pembiaran tersebut terjadi, karena ada indikasi Wali Kota sering kebagian jatah upeti dari sang pengelola. “Wali Kota hanya rajin meninjau ke rumah sakit karena rumah sakit itukan diduga jadi lahan bisnis yang dapat mengalirkan pundi – pundi rupiah untuk memenuhi brangkas pribadi melalui berbagai kegiatan yang menguntungkan, seperti proyek fisik dan pengadaan,” tuding aktivist LSM Perintis itu.

Wakil Ketua KNPI itupun menyanyangkan ketidak tegasan Wali Kota Langsa sebagai pemimpin daerah. Sebab, kata dia,  Qanun Nomor 4 yang seharusnya dijalankan, justeru tidak sesuai harapan. Jadi, guna mewujudkan hal tersebut, sambungnya,  maka seluruh SDM Kesehatan yang ada di kota Langsa perlu segera dievaluasi. “Dari Kepala Dinas sampai ke Kepala Puskesmas yang diduga telah kongkalikong dengan Kadiskes di “resufle” seluruhnya,” pinta Tfa.  (Alam)

(dibaca 483 X)