Kejar Target PAD Rp2.16 T, Dispenda Kalbar Gelar Bimtek

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Mengingat pentingnya peranan APBD dalam pola pembelanjaan pelayanan publik dan pembangunan daerah untuk optomalisasi pendapatan daerah dari berbagai sumber-sumber keuangan yang ada termasuk dalam pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD) berupa pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan lain-lainnya yang sah, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kalbar belum lama ini menggelar acara Bimbingan Teknis pengelolaan Retribusi Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2015 di Grand Mahkota Hotel Pontianak.

Sekda Kalbar Drs.M. ZEET HAMDY ASSOVIE, MTM dalam sambutannya menjelaskan, target PAD Pemprov Kalbar Ta. 2015 terbilang cukup tinggi. “Hampir mencapai Rp2,16 Triliun, yang terdiri dari pajak daerah sebesar Rp1,94 Triliun, retribusi daerah sebesar Rp119,37 Miliar dan PAD lainnya yang sah sebesar Rp36,64 Miliar. Sehingga dalam proses pencapaian target yang telah ditetapkan tersebut diantaranya sangat ditentukan oleh kuantitas dan kualitas sumber daya aparatur, khususnya yang diberikan kewenangan dan tanggung jawab mengelola sumber-sumber pendapatan daerah dimaksud, tanpa mengabaikan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih baik dan profesionalitas aparatur pemerintah sebagai publik service,” terang M.Zeet.

Sebagai informasi dan bahan evaluasi, kata dia, pada tahun anggaran 2014 lalu, khususnya target PAD ditetapkan sebesar Rp1.664.104.567.995,00 dan yang terealisasinya mencapai Rp1.621.724.755.848.66 atau 97,45%, yang terdiri dari Realisasi Pajak Daerah Rp.1.343.348.489.067.00 dari target Rp1.392.954.418.780.76 atau 96,43%, Retribusi Daerah Rp166.639.948.123.23 dari target Rp. 134.545.321,295.00 atau 123,85% dan lain-lain PAD yang sah Rp48.870.972.943.19 dari target Rp73.847.811.300.00atau 66,17%.

Dalam kesempatan itu Sekda Kalbar mengingatkan kepada penyelenggara negara yang diberikan tugas dan tanggung jawab yang mengelola penerimaan daerah khususnya retribusi daerah bahwadalam melaksanakan tugas sehari-hari akan berhadapan dengan materi yang sewaktu-waktu dapat menggoda dan merubah perilaku kearah penyimpangan dan penyelewengan. Untuk itu ia berharap agar godaan yang negatif itu dapat dihindari, karena selain dapat merugikan diri sendiri dan keluarga juga secara luas dapat merugikanmasyarakat.

M. Zeet pun menandaska bahwa hal tersebbut supaya tidak menjadi beban apalagi ditakuti. “Jika kita memiliki komitmen, integritas dan mentalitas yang baik dengan selalu berpedoman pada ketentuanyang berlaku dalam melaksanakan tugas sehari-hari, itu tidak akan terjadi,” yakin Sekda.

Selanjutnya ia berharap melalui kegiatan Bimtek tersebut para peserta dapat terus meningkatkan motivasi kerja dan menciptakan inovasi baru dengan melahirkan pemikiran-pemikiran yang konstruktif dalam mengelola dan menggali potensi retribusi daerah sesuai undang-undang yang berlaku. “Untuk retribusi daerah diberikan keleluasaan untuk menggali sebanyak mungkin dengan memperhatikan kewenangan yang diberikan kepada pemerintah daerah,” tandasnya. (novi)

(dibaca 443 X)