Kejati Kalbar Gelar Ekpose Kasus Bertepatan HUT Adhyaksa Ke-53

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –   Selama periode januari-juli 2013, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat mencatat,  perkara kasus yang  ditangani pihaknya nyaris menembus angka seribu. Jumlah tersebut adalah akumulasi  perkara  tindak pidana korupsiSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... », tindak pidana perikanan, dan tindak pidana umum.  Bahkan, catatan tambahan dari Pengawas Internal, angkanya pun terbilang keramat.  Hal ini terungkap dalam ekpose media yang digelar Kejati KalbarBuronan Kejari Ditangkap Tim Gabungan Jaksa. Lanjut Baca ... » bertepatan dengan Harinya  yang ke-53.   Senin  (22/07/2013).

Kepala  Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Resi Anna Napitupulu,  melalui Assisten Pidana Khusus, Didik Istjyanta, SH, MH mengungkapkan, jumlah kasus untuk tindak pidana korupsi, tahap penyelidikan ada 24 kasus, penyidikan 12 kasus, dan tahap penuntutan ada 19 kasus.  Sedangkan untuk  tindak pidana perikanan, dari  11 perkara kasus yang masuk, semuanya sudah disidangkan.  “Ada 7 yang sudah di putus oleh Pengadilan Tindak Pidana Perikanan, namun ketujuhnya  melakukan upaya hukum banding, sedangkan 4 lainnya masih dalam proses.  Pelakunya warga  asing asal  Vietnam dan Thailand,” ungkap Didik.

Selanjutnya, kata dia, untuk jumlah perkara tindak pidana umum, perlindungan anak ada 63 kasus, narkotika  38 kasus, kehutanan 6 kasus, senjata api 1 kasus, penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)  6 kasus,  pertambangan tanpa ijin 1 kasus,  hak kekayaan intelektual 2 kasus,  dan  TKI di luar negeri  ada 8 kasus.

Selain itu, Didik juga membeberkan, sesuai data Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP)  dimulainya penyidikan dari Penyidik yang masuk.   Menyangkut orang dan harta benda (Oarda) ada 825 pemberitahuan. Terkait  keamanan negara dan ketertiban umum (Kamnegtibum) ada 157 pemberitahuan. Kemudian, untuk  tindak pidana umum lainnya (Tpul) ada 597 pemberitahuan.

Berdasarkan  STTP, yang sudah ditindaklanjuti  ke pemberkasan tahap pertama.  “Untuk  Oarda  sebanyak 630, Kamnegtibum  100 , dan  Tpul  481 kasus.  Dari pemberkasan tahap  pertama hingga  berkas dinyatakan lengkap atau P 21,  untuk Oarda 535,  Kamnegtibum  63, Tpul sebanyak  393,” imbuh Didik.

Lebih jauh, Didik menyebutkan, dari  laporan Pengawas  Internal Kejati pada periode yang sama. Setidaknya,  ada 7 Jaksa nakal yang jadi catatan khusus Korp Adhyaksa Kalbar. ” Sudah diproses dan selesai semua, hanya tinggal satu  yang belum,  tapi  diserahkan ke Kejaksaan Agung, karena yang bersangkutan telah dimutasikan ke Kejagung,” tandasnya.

(novi)

(dibaca 810 X)