Keluarga Korban Penganiayaan Minta Keadilan, Kapolsek Meliau Malah Cuek

| Share on Facebook

foto berita meliauLENSAKAPUAS, SANGGAUSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... »Aneh bin ajaib. Pelaku pemukulanIni Alasan Akbar CS "Blanat" Sariansyah. Lanjut Baca ... » dan penganiayaanPolisi Maen Hajar' ARKB Tuntut Tanggungjawab Kapolda. Lanjut Baca ... » terhadap salah seorang pekerja bangunan dermaga Dinas Perhubungan Kabupaten Sanggau yang telah dilaporkan korban masih belum diproses. “Sudah sebulan lebih dilaporkan ke Polsek Meliau, tepatnya tanggal 22 Maret 2015 yang lalu. Tapi sampai saat ini pelaku masih bebas berkeliaran,” kesal Kamsir, korban pemukulan ketika ditemui di Lapas Sanggau.

Menurut kronologis yang diceritakan Kamsir, dirinya dikeroyok oleh Pak Itam CS pada hari Sabtu 21 Maret  2015 ketika berada di depan rumah Ahmad, tidak jauh dari tempatnya  bekerja. “Saya tidak tahu apa alasannya, tiba-tiba pelaku memukul saya berkali-kali. Akibat dari pemukulan tersebut hingga sampai saat ini lengan saya masih lebam dan nyeri,” ungkap Kamsir.

Setelah kejadian, lanjutnya, dia langsung berobat dan meminta untuk divisum. Kemudian mendatangi kantor Polsek Meliau untuk melaporkan kejadian yang menimpa dirinya itu, dengan surat bukti laporan, SBL Nomor :TBL/79/III/2015/Kalbar/Res Sgu/Sek/Mlu.

Bukannya mendapat perlindungan, justeru pada waktu yang bersamaan, ia malah ditahan Penyidik Polsek atas dasar Surat Perintah Penahanan dari Polres Sanggau Nomor: SP-Han / 05 / III / 2015/  Reskrim. Surat tersebut berisi tentang perintah penahanan terhadap dirinya selama 20 hari dalam perkara yang sama.

Ibarat pepatah, sudah jatuh ketimpa tangga, begitulah yang dialami Kamsir. Baru jadi korban penganiayaan, malah ditahan lagi. Menurutnya, Kapolsek AKP. Hadiryaman, S.H. sempat mengatakan kepada pihak keluarga dia bahwa dirinya tidak ditahan, tetapi hanya diamankan saja. Faktanya, Kamsir dijebloskan ke dalam tahanan Polsek Meliau selama satu malam dan keesokan harinya dikirim ke Polres Sanggau.

Setelah masa penahanannya selama 20 hari berakhir, Kamsir kemudian dititipkan di LP Sanggau sesuai dengan surat Perpanjangan Penahanan Nomor  : Tap – 36 / Q.1.14.3 / Ep.1 / 04 / 2015 yang ditanda tangani Jaksa Pratama Ade Ibnu B. Syuhada, SH, MH pada tanggal 08 April 2015.

 Ada dugaan penyimpangan dalam penyidikan

Guna menyingkap kebenaran, Kepala Penelitian dan Pengembangan Lembaga Investigasi Pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia DPD  (LIP-NKRI) Kalbar Budhi Gautama bersama Media Berita Investigasi Nasional melakukan investigasi lapangan selama 4 hari. Hasilnya, kata Budhi, mengacu KUHAP dan Peraturan Kapolri  No. 14 Tahun 2012 tentang  Manajemen Penyidikan Tindak Pidana, ditemukan sejumlah dugaan penyimpangan prosedur, diantaranya :

  1. Sebelumnya Pihak Aparat Polsek Meliau dan Polres Sanggau tidak pernah melakukan gelar perkara terkait kasus ini.
  2. Surat penahan baru diberikan kepada tersangka setelah ± 2 minggu penahanan, sehingga selama 2 minggu tersangka dan pihak keluarga tidak menerima surat penahanan.
  3. Semua pihak baik saksi-saksi  yang terkait kejadian ini belum pernah dipanggil untuk dimintai keterangan.
  4. Pihak Penyidik Polres Sanggau tidak dapat mengklarifikasi kasus ini secara detail mulai dari pelimpahan dari pihak Polsek Meliau hingga kasus ini ditangani oleh Polres Sanggau
  5. Hasil visum et revertum dari rumah sakit /Puskesmas setempat atas nama Korban (Kamsir) copynya tidak diperlihatkan dan diserahkan ke pihak keluarga maupun orang tua korban tanpa ada alasan dari pihak Polres Sanggau.
  6. Pelaku pemukulan Kamsir hingga kini belum diproses dan ditahan.

Dikatakan Budhi, bahwa ketika pihaknya ingin mengkonfirmasi  aparat kepolisian setempat, Kapolsek terkesan menghindar.  “Aneh, kasus sekecil ini tidak bisa diselesaikan ditingkat Polsek, padahal TKPnya berada di wilayah hukum Polsek Meliau. Seharusnya Kapolsek tidak secepat kilat mengirim kasus ini ke Polres Sanggau sebelum mengadakan mediasi dan memanggil kedua belah pihak untuk duduk satu meja,” kesal Budhi.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari orang tua Kamsir dan Firman, kata Budhi, pihak keluarga sudah beberapa kali ia medatangi Polres Sanggau. “Tujuannya untuk meminta keadilan, agar laporan anaknya (Kamsir) juga harus ditindaklanjuti dengan memanggil para saksi yang melihat dan mengetahui langsung kejadian itu. Tapi sampai sekarang tidak jelas, dan pelaku pemukulan (PI) saat ini masih berkeliaran bebas tanpa diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Kami sudah bingung mau mengadu kemana lagi,” kisah Budhi menirukan keluhan keluarga korban.

Ketua DPD AWI Kalbar Budhi menjelaskan, pihaknya melakukan penelusuran, pasca menerima keluh kesan sekaligus permintaan bantuan dari keluarga korban yang datang ke kantor DPD Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kalbar di Gedung Pelni No.2 Lantai 2 Jalan Sultan Abdurahman Pontianak. Orang tua korban, kata dia, mencari keadilan untuk kedua anaknya yang ditahan Penyidik Polres Sanggau.

AWI Kalbar  Fasilitasi Orang Tua Korban Cari Keadilan ke Polda

Dijelaskan Kepala Penelitian dan Pengembangan LIP-NKRI Kalbar, setelah menerima aduan dari orangtua korban, Senin (20/4/2015), pihaknya langsung mendatangi Kabid Humas Polda Kalbar Dra. Nowo Winarti. “Mendengar keluhan dan laporan langsung dari orang tua Kamsir dan Firman, akhirnya Bu Nowo menyarankan kepada pak Diman untuk menyurati langsung Pengawas Penyidik Polres Sanggau/Wasidik untuk menanyakan sejauh mana Kinerja Penyidik di lingkungan Polres Sanggau terkait kasus yang menimpa kedua anaknya.”

Diman selaku orang tua Kamsir dan Firman meminta kepada pihak kepolisian, khususnya Kapolda Kalimantan Barat agar kasus yang dialami kedua anaknya itu diproses secara adil dan bijaksana.

Kapolsek Meliau cuci tangan, sodorkan berkas ke Polres

Ketika Tim Investigasi mengkonfirmasi Kapolsek Meliau AKP. Hadiryaman, S.H.melalui hanphone, kata Budhi, Kapolsek meminta dirinya bertemu di Polres Sanggau. “Saat Tim tiba di Polres Sanggau, beliau malah pergi dan terkesan menghindar,” kesal Budhi. Saat dihubungi lagi, lanjutnya, Kapolsek mengatakan bahwa kasus Kamsir dan Firman sudah ditangani oleh Kapolres Sanggau. “Tanya saja sama dia,” jawab Hadiryaman.

KBO Reskrim Polres Sanggau ditemui Tim di ruang kerjanya, lanjut Budhi, membenarkan perihal penahanan Kamsir dan firman di Polsek Meliau telah dilimpahkan ke Polres Sanggau. Berkas perkaranya, dari keterangan yang disampaikan Penyidik Reskrim Unit I Aiptu Yep Saefullah, sedang dipersiapkan untuk dikirim ke Pengadilan. Mengenai gelar perkara, sambungnya, kewenangan Kapolres.

Kejari SanggauPenegakan Hukum, Kajati Kalbar Warih Gandeng Media Masa. Lanjut Baca ... » : Berkas baru sampai P.16

Secara terpisah, Jaksa Ade Ibnu B. Syuhada, S.H., M.H.  ketika ditemui di kantor Kejasaan Negeri Sanggau, sebut Budhi, membenarkannya kasus tersebut baru masuk SP 16. “Ditanya mengenai perkembangan penyidikan perkara Tindak Pidana Nomor : Print.304/Q.1.14/Epp.1/04/2015, saat itu juga beliau langsung menghubungi Penyidik Polres Yep Saefullah via hanphone disampaikan bahwa berkas perkara baru akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri pada hari Senin 21 April 2015.”

Penangguhan Ditolak, Kuasa Hukum Layangkan Surat Laporan

Dilain sisi, Sofyan, S.H. selaku kuasa hukum Kamsir dan Firman mengatakan bahwa pada tanggal 6 April 2015 pernah mengajukan surat permohonan pengguhan atau pengalihan penahanan kepada Polres Sanggau, namun ditolak tanpa ada alasan yang jelas.

Berikut penuturan Sofyan, “Tidak hanya itu, kami juga sudah melayangkan surat resmi ke pihak Polres Sanggau untuk meminta perlindungan sekaligus keadilan hukum, sehubungan dengan adanya dugan Tindak Pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang  sebagaimana yang diatur Pasal 170 Jo. Pasal 351 Jo. Pasal 55 KUHP atas nama Pelapor Kamsir Bin Diman yang diduga dilakukan oleh Edi Syahrial alias Pak Itam Cs terhadap klien kami yang hingga saat ini tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Karena pihak Polres tidak pro aktif dan merespon laporan yang dilaporkan oleh klien kami dengan Nomor : LP/79/III/2015/Kalbar/Sgu/Sek Mlu pada Tanggal 22 Maret 2015, maka pihak kami melayangkan surat resmi kepada Ketua Komisi III DPR-RI, Kapolri, Kompolnas-RI, Kapolda Kalbar, Irwasda Polda Kalbar, Kabid. Propam Polda Kalbar, Direktur Kriminal Umum Polda Kalbar, Kabid Intelkam Polda Kalbar, Komnas HAM Perwakilan Kalbar dan instansi terkait,  yang menjadi tanda tanya mengapa hasil Visum Et Revertum klien kami atas nama Kamsir Bin Diman tidak diberikan kepada pihak kami. Bukan hanya itu, proses pengambilan Berita Acara Pemeriksaan  (BAP) terhadap terlapor Edi Syahril alias Pak Itam Cs hanya dilakukan dengan cara mengadopsi Berita Acara Pemeriksaan.

Bahwa klien kami juga sebagai terlapor dalam perkara yang sama saat ini telah ditahan oleh Penyidik  Polres Sanggau dengan Nomor : SP-HAN/05/III/2015/RESKRIM Tanggal 22 Maret 2015. Guna  mendapatkan kepastian hukum dan keadilan, maka kami minta kepada Kapolres Sanggau segera melakukan pemeriksaan sekaligus melakukan penahanan terhadap Edi Syahril alias Pak Itam Cs, sebagaimana yang  dilakukan terhadap klien kami dalam perkara yang sama.” Demikian penjelasan Sofyan selaku kuasa hukum Kasmir dan Firman.

LSM LP3K Kecam Perlakuan Diskriminasi

Di tempat terpisah, ketua Lembaga  Penyelidikan Pemantauan Pemberatasan KorupsiSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... » (LP3K RI) Syarif Ahcmad Hasyim BI menegaskanbahwa berdasarkan hasil investigasi di lapangan, dalam kasus Kamsir dan Firman, diduga penyidik kepolisian telah melakukan kesalahan prosedur sejak proses awal penangkapan.

“Pertanyaannya, apakah pihak Polsek Meliau dan Polres Sanggau telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan SOP Protap  maupun prosedur yang ada di tubuh Polri? Dan sebagai warga Negara Indonesia yang mempunyai hak yang sama di mata hukum, untuk itu kami minta kepada Kapolsek Meliau dan Kapolres Sanggau segera menangkap pelaku penganiayaan pemukulan terhadap Kamsir yang dilakukan Pak Itam CS, demi tegaknya hukum di Negara ini,”tegas Ayarif Achmad.

Hingga berita ini diturunkan, baik pelaku dan pelapor Pak Itam saat dikonfirmasi melalui Hanphone Seluler maupun via SMS tidak menjawab ataupun membalas. Sementara,Kapolres Sanggau masih belum dapat dihubungi dengan alasan sibuk dan tidak ada di tempat. (Redaksi/TIM AWI)

(dibaca 3170 X)