Ketua DPN Peradi Ingatkan Advokat Muda Soal Perilaku

| Share on Facebook
IMG20160511105124

Ketua Umum DPN PeradiPERADI : Advokat Wajib Bantu Masyarakat Kurang Mampu. Lanjut Baca ... », DR.Fauzie Yusuf Hasibuan (kedua dari kiri)

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi  Fauzie Yusuf Hasibuan memberikan apresiasi atas acara pengambilan Sumpah/Janji AdvokatViktor : PERADI Dibentuk Berdasarkan UU Advokat. Lanjut Baca ... » Peradi di wilayah hukumViktor : PERADI Dibentuk Berdasarkan UU Advokat. Lanjut Baca ... » Pegadilan Tinggi Pontianak yang dihadiri oleh sejumlah elemen penegak hukum lainnya, seperti hakim, kepolisian, TNITNI Siap Bantu Penyidik KPK. Lanjut Baca ... », dan stakeholders lainnya dengan menunjukan ekspresi yang ceria. “Mudah – mudahan ini menjadi suatu kesatuan dan menjadi ibadah bagi kita semua,” ujar Fauzie, Rabu (11/05)

Kepada para Advokat muda yang baru dilantik, Fauzie menyampaikan sejumlah wejangan terkait profesi advokat. “Saudara telah mengikatkan diri dengan suatu proses interaksi melaksanakan suatu ikatan kejujuran yang dirangkaikan suatu kode etik kita, yang nantinya akan berhubungan dengan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari attitude (tingkah laku) diri sendiri, berhubungan dengan klien, rekan sesama profesi, aparat penegak hukum lainnya, hingga pejabat pemerintahan. Pada diri Saudara terjadi suatu perubahan yang luar biasa, dari masyarakat biasa menjadi seorang penegak hukum,” ucap  Ketua DPN Peradi.

Selain menyampaikan beberapa pesan penting dan kiat – kiat khusus bagi para advokat muda itu dalam hal penanganan suatu kasus, Fauzie juga menyebut bahwa ditingkat nasional, ada sebuah rancangan undang – undang yang sedang hangat dibahas. “Yang lagi hangat – hangatnya dibahas adalah berkaitan dengan RUU Tax Amnesti,” kata dia.

Dijelaskannya, RUU Tax Amnesty adalah suatu rancangan undang – undang yang memberikan kepastian hukum yang memberikan pengampunan kepada seluruh pengemplang pajak di negeri ini. “Di jakarta ini yang sangat hangat, perdebatan dari head to head, pemerintah merencanakan kebijakan pengampunan pajak bagi para bandit = bandit koruptor, yang menyimpan dananya di luar negeri,” sebut Fauzie.

Selanjutnya, Ketua DPN Peradi pengganti Otto Hasibuan itu mengingatkan Advokat muda untuk siap menghadapi MEA yang sudah digulirkan 2015 silam. “Tanggal 31 Desember lalu, Masyarat Ekonomi Asean sudah digulirkan, tanpa kita sadari kita sekarang kita bukan lagi wawasan Nusantara, tapi wawasan Asia Tenggara 10 negara. Jadi siap tidak siap, kita harus siap,” tandasnya.  (Nv)

(dibaca 193 X)