KNPI Langsa Kecam Pernyataan Pendeta Mengaku Muallaf

| Share on Facebook
pelantikan knpi kota langsa
Doc. Pelantikan Pengurus KNPI Kota Langsa (Ft.Alam)

LENSAKAPUAS, LANGSA – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Langsa mengecam keras seorang yang mengaku muallaf, I Gusti Ilham atau Ilham Ramadhan Munthe, yang selama kerap menyebar isu bahwa banyak warga yang telah murtad (keluar dari Islam) dan menjadi pendeta.

Apa yang dilakukannya adalah sebuah pembohongan publik dan propaganda yang dapat memecah belah kerukukan umat beragama serta dikhawatirkan menimbulkan konflik sosial hingga terjadinya perang saudara diantara sesama ummat muslim di Aceh.

Demikian dikatakan Ketua DPD KNPI Kota Langsa, Zulfan SH MSi, kepada wartawan di sekretariat KNPI Jl. Jend. Ahmad Yani Kota Langsa belum lama ini.

“Kami mengecam tindakan mengadu-domba masyarakat terkait isu pemurtadan di Aceh. Untuk itu, kami meminta semua pihak berwajib  dapat melakukan proses hukum terhadap Ilham Ramadhan Munthe atas perbuatannya yang melakukan pembohongan publik,” tegas Zulfan.

Selain itu, sambung dia, KNPI Langsa juga menghimbau kepada komponen masyarakat untuk berhati-hati terhadap upaya kristenisasi dan pemurtadan yang marak akhir-akhir ini. Jika ada gelagat mencurigakan terkait missionaris, ia meminta masyarakat agar melaporkan kepada pihak terkait seperti aparat keamanan atau  instansi lainnya.

“Kaum muda harus bisa menjadi benteng  terhadap masuknya pengaruh asing terlebih misi kristenisasi dan upaya memperkeruh suasana kehidupan beragama di tengah masyarakat,” pinta Dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Samudra itu.

Info yang berkembang, tambah dia, Ilham melakukan ceramah kepada ibu-ibu arisan hampir di semua daerah. Dalam hal itu, dia (Ilham-red) menyudutkan salah satu produk rumah tangga dengan mengatakan mengandung lemak babi. Padahal, misi Ilham sendiri selain kristenisasi adalah menjual produk rumah tangga lain yang berbahan dasar plastik.

Terhadap ikhwal pendata mengaku muallaf itu, kata dia, perlu adanya semangat kebersamaan diantara seluruh komponen masyarakat untuk mencegah dan membasmi gerakan misionaris di Aceh.

“Kiranya semua pihak harus bersatu membangun masyarkat religius yang tak mudah disusupi missionaris. Mari kita wujudkan persatuan dn kesatuan dalam bingkai bhineka tunggal ika, yang tidak menganggu dan saling menghormati kehidupan beragama,” demikian Zulfan. (Alam/PZ)

(dibaca 583 X)