KOMASPEZA Kutuk Penghilangan Nama Zawiyah Cot Kala

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, LANGSA – Sedikitnya 15 organisasi non pemerintah (Ornop) seperti Lembaga Bantuan hukum (LBH) Bening, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Piranti Bangsa, Kaukus Pemuda Pantai Timur, Lembaga Advokasi Rakyat Aceh, Seuramoe Institute, PeNA, Aldec, LSM AKSI, LSM LAP, LSM WaPpreSe, Pergerakan Relawan Demokrasi, Jaringan Pekerja Sosial, Kompi, Forbes Peucinsa dan  Intelektual Center yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Zawiyah Cot Kala (Komaspeza) melancarkan aksi protes dan keprihatinan terkait alih status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Zawiyah Cot Kala menjadi Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa. Komaspeza pun mengutuk keras penghilangan nama Zawiyah Cot Kala.

Koordinator Komaspeza, Dely Novrizal, S.T. dalam rilis yang ia kirim pada Kamis (14/5), menyebutkan bahwa peningkatan status sekolah tinggi menjadi IAIN seharusnya tidak menghilangkan identitas perguruan tinggi Islam itu.  “Jika peningkatan status, harusnya nama Zawiyah Cot Kala tetap  tersemat. Dan kami mengutuk siapa saja yang telah melakukan pemenggalan nama Zawiyah Cot Kala,” gusar Dely.

Dijelaskan Kordinator Komaspeza itu, Zawiyah Cot Kala adalah perguruan tinggi yang penuh dengan semangat pendidikan, religius dan keagungan sejarah. Yang mana, Zawiyah Cot Kala diadopsi dari nama sebuah pesantren tersohor di masa kerajaan Islam Peureulak. “Jika merujuk literatur sejarah, maka tidak sepantasnya oknum petinggi kampus maupun pihak kementerian terkait melakukan penghilangan nama Zawiyah Cot Kala yang bersejarah itu,” kesalnya.

Penghapusan nama Zawiyah Cot Kala, kata dia, adalah bentuk tindakan deskriminatif terhadap sejarah peradaban dan kearifan lokal yang ada. Untuk itu, pihaknya mendesak petinggi kampus, Rektor IAIN Langsa beserta jajarannya untuk segera melakukan usulan perubahan nama perguruan tinggi kesayangan masyarakat wilayah timur Aceh itu. Pemerintah pusat, sambungnya, melalui kementerian terkait juga harus ikut bertanggung jawab atas penghilangan nama Zawiyah Cot Kala itu.

Bahkan Dely mengancam, pihaknya akan melayangkan gugatan secara hukum kepada para pihak, dalam hal ini Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Agama dan Rektor IAIN Langsa apabila tidak segera merespon usulan mereka dalam dua pekan kedepan. “Kami akan gugat secara hukum, karena ada indikasi kesengajaan untuk menghilangan nama Zawiyah Cot Kala,” ancam Dely.

Menurut dia, pihaknya menangkap adanya keganjilan ketika launching perubahan status perguruan tinggi itu beberapa waktu lalu. “Sejumlah spanduk yang dipasang pihak kampus bertuliskan IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, padahal SK yang diterbitkan Presiden Joko Widodo adalah IAIN Langsa. Ini pembohongan publik,”  sergah Koordinator Komaspeza.

Ia menandaskan, Komaspeza akan mendesak semua pihak untuk turun tangan menyelesaikan persoalan alih status tersebut. “Kami desak semua pihak terlibat dan mencarikan solusi kongkrit atas masalah ini. Jika tidak, maka proses hukum yang akan menyelesaikannya,” ancamnya demi menyelamatkan nama Zawiyah Cot Kala dan masyarakat secara umum.

Editor : Alam

(dibaca 484 X)