Konfercab PDI Perjuangan se-Kalbar

| Share on Facebook

rakercab pdipDr. KarolinKarolin MN Potensi Calon Tunggal di Kab.Landak. Lanjut Baca ... » : Belum Membahas Pilkada, Masih Konsolidasi Internal

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Konferensi Cabang (Konfercab) Partai PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2015 yang diselenggarakan di salah satu hotel  kawasan Gajah Mada Pontianak Senin (3/3) kemarin  dibuka oleh ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar Drs. Cornelis, M.H.

Ketika dimintai keterangan dari salah satu kader partai besutan Megawati itu,  Dr. Karolin Margret NatashaKarolin MN Potensi Calon Tunggal di Kab.Landak. Lanjut Baca ... » yang dua periode duduk sebagai wakil rakyat Kalbar di Senayan menjelaskan, Konfercab PDIP Perjuangan tersebut belum membahas tentang Pilkada.

“Masih ngomongin tentang internal Partai. Konsolidasi partai menjelang Kongres PDIP Perjuangan pada bulan April nanti. Kita telah melaksanakan proses mulai dari bawah, sampai dengan hari ini konfercab dilaksanakan serentak se-Kalbar. Jadi 14 kabupaten dan kota hari ini langsung diselesaikan,” ucap Karol.

Dalam konfercab, kata dia,  ada pemilihan ketua DPC dan  pengurusnya oleh utusan dari Pengurus Anak Cabang (PAC). Jadi nanti setelah ini akan ada Rakerda untuk memilih ketua DPD Provinsi beserta pengurusnya, kemudian tingkat tertingginya Kongres yang direncanakan akan berlansung di Pulau Dewata Bali, pada 9 April 2015 mendatang.

Terhadap mekanisme Konfercab, putri sulung Gubernur Kalbar itu berharap dapat berjalan sesuai mekanisme yang ada di partai. “Kita sih menyerahkan semua kepada teman-teman ditingkat bawah, kita berharap proses konsolidasinya itu dari bawah ke atas. Jadi apa yang diinginkan oleh teman-teman pengurus di tingkat bawah itulah yang kemudian sampai ditingkatan berikutnya. Tidak ada intervensi maupun money politik segala macam, tetapi sungguh-sungguh musyawarah untuk mufakat menentukan pimpinan yang tepat untuk 5 tahun kedepan,” harap anggota DPR RI serius.

Hal lainnya, tandas Karolin, dalam tubuh partai  PDI Perjuangan, ada mengenal Surat Keputusan Khusus.  “Bahwa yang sudah menjabat sebagai ketua DPRD, dilarang mencalonkan diri sebagai Bupati, kecuali seijin partai yang disebut dengan penugasan khusus,” ucapnya. (novi)

(dibaca 618 X)