Korem 102/Pjg Gelar Pembinaan Mental Rohani Islam

| Share on Facebook

New Picture (1)

LENSAKAPUAS, PALANGKARAYA –   Untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT Anggota Korem 102/Panju Panjung beserta Jajaranya telah Melaksanakan kegiatan pembinaan mental rohani Islam dimasjid Baitul Kholik Korem 102/Pjg. Jl. Damang Leman, beberapa waktu lalu.

Hadir pada acara tersebut Para Kasi Korem 102/Pjg, Dan Kabalakrem serta Kabalak Ajurem 102/Pjg. Kegiatan diawali dengan sholat magrib berjamaah dilanjutkan dengan Pembacaan Sholawat, pembacaan surat yasin serta siraman rohani, yang disampaikan oleh Ustad Muhammad Mahbub, S.Ag dari Kementrian Agama Kota Palangka Raya.

Danrem 102/Pjg melalui Kasilog Korem 102/Pjg Mayor Inf Basaruddin, S.S menyampaikan ucapan terima kasih kepada penceramah yang telah hadir untuk memberikan siraman rohani kepada anggota korem 102/Pjg. “Kegiatan ini juga bermanfaat dan bernilai positif sebagai wahana mempererat silaturahmi dan rasa kekeluargaan juga memiliki makna mendalam dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan” terangnya.

Dalam ceramahnya ustadz Muhammad Mahbub, S.Ag menyampaikan tentang penyakit hati menurut  Islam. Hati merupakan sebuah cermin bagi setiap orang yang memilikinya. Dalam hal ini dapat diartikan jika hati baik maka cermin dari diri orang tersebut juga baik, dan begitu juga sebaliknya hati buruk maka cermin dari diri kita pun akan ikut buruk pula.

“Macam-macam arti penyakit hati dan sifat buruk manusia diantaranya yang pertama,  Iri Hati , Iri hati adalah suatu sifat yang tidak senang akan rizki / rejeki dan nikmat yang didapat oleh orang lain dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Iri hati yang diperbolehkan dalam ajaran islam adalah iri dalam hal berbuat kebajikan, seperti iri untuk menjadi pintar agar dapat menyebarkan ilmunya di kemudian hari. Atau iri untuk membelanjakan harta di jalan kebenaran”, kata Ustadz M. Mahbub

Selain itu, lanjut Ustadz Mahbub, Dengki, Hasut / Hasud / Provokasi, Fitnah, Fitnah lebih kejam dari pembunuhan adalah suatu kegiatan menjelek-jelekkan, menodai, merusak, menipu, membohongi seseorang agar menimbulkan permusuhan sehingga dapat berkembang menjadi tindak kriminal pada orang lain tanpa bukti yang kuat.  dan Buruk Sangka, Buruk sangka adalah sifat yang curiga atau menyangka orang lain berbuat buruk tanpa disertai bukti yang jelas, terangnya.

“Serta Khianat, Khianat adalah sikap tidak bertanggungjawab atau mangkir atas amanat atau kepercayaan yang telah dilimpahkan kepadanya. Khianat biasanya disertai bohong dengan mengobral janji. Khianat adalah ciri-ciri orang munafik. Orang yang telah berkhianat akan dibenci orang disekitarnya dan kemungkinan besar tidak akan dipercaya lagi untuk mengemban suatu tanggung jawab di kemudian hari”, ucapnya

(dibaca 103 X)