Korupsi SPPD Fiktif, 2 PNS Rendahan Tumbal Aktornya Lewat

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, ACEH TIMURMTQ ke-32, Aceh Timur Ikut Pawai Ta’ruf dan Mobil Hias. Lanjut Baca ... » Dua PNS golongan rendah, Zulkifli dan Gunawan yang didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum melakukan tindak pidana korupsiSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... » SPPD fiktif akhirnya divonis Majelis Hakim Tipikor Banda Aceh dengan pidana kurungan masing – masing 18  dan 20 bulan penjara.  

Menyikapi kasus tersebut, Direktur Eksekutif Team Observasi Penggunaan Anggaran Negara dan Anggaran Daerah (TOPANAD) Provinsi Aceh Yoesrizal SE angkat bicara. Pria yang akrab disapa Dadang itu mensinyalir, kedua terdakwa yang telah divonis majelis hakim tersebut hanya sebagai ‘tumbal’  guna melindungi aktor intelektual dibalik kasus bobolnya anggaran SPPD Aceh Timur Ta. 2012.

Dadang mengungkapkan, pihaknya telah lama menelusuri kasus SPPD Aceh Timur yang misterius itu. Ia tidak menyangka kasus yang berawal pemalsuan stempel dan tanda tangan itu akhirnya bisa berkembang. “Ada puluhan PNS Aceh Timur yang telah diperiksa oleh Penyidik Polres Langsa dalam kasus tersebut. Ironisnya aktor intelektual dibalik kasus tersebut tidak terjerat oleh aparat penegak hukum. Hanya 2 pegawai rendahan yang dipastikan bakal mendekam di jeruji besi,” ujar Dadang di Angkasa Internasional Hotel Medan, Selasa, 12 Mei 2015.

Padahal, kata dia, ketika dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Aceh terungkap fakta persidangan bahwa kedua terdakwa itu pernah mentransfer dana SPPD sebesar Rp195 juta ke rekening pribadi Sekretaris Daerah Saifannur. “Selain itu Sekda juga sering memerintah bawahannya, termasuk kasir yang ketika itu dijabat oleh Zulkifli melalui telefon untuk mencari uang diluaran dan mengantarkan ke rumah dinas Sekda,” kesalnya. Fakta itupun, sambung Dadang, telah diketahui oleh Majelis Hakim Tipikor yang dipimpin oleh Muhifuddin. Tetapi tetap saja hanya 2 pegawai rendahan itu yang jadi korban. 

Terhadap kasus tersebut, Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Idi Aceh Timur meminta untuk dilakukan pengusutan kembali atas kasus yang telah merugikan keuangan dan diduga melibatkan sejumlah pejabat teras setempat itu.

“Diperkirakan kerugian negara mencapai Rp.800 juta. Diduga uang itu dipakai oleh sejumlah pejabat untuk biaya kenakalan. Bakalan penuh Rutan Aceh Timur oleh para pejabat baik yang terjerat kasus korupsiPenegakan Hukum, Kajati Kalbar Warih Gandeng Media Masa. Lanjut Baca ... » Rp.88 milyar yang melibatkan mantan bupati maupun kasus SPPD fiktif yang diperkirakan melibatkan mantan Sekda Aceh Timur,”  sindir Dadang. 

Bahkan hasil investigasi TOPANAD Aceh,  tutur Direktur Eksekutif TOPANAD itu, selama proses penyidikan di Mapolresta Langsa pihaknya banyak menemukan keganjilan. Misalnya, kata dia, dari puluhan pejabat yang diperiksa, termasuk para supir, hanya Zulkifli dan Gunawan yang ditetapkan sebagai tersangka. Kemungkinan tersangka lainnya mampu menyelamatkan diri karena berlindung dibalik ATM Bersama,” sindir  Yoesrizal, SE.  (Saiful Alam)

Editor : Alamsyah

(dibaca 472 X)