Lahan Translok Alue Punti Terlantar Karena Tak Ada Bibit

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, KARANG BARU –  Program Transmigrasi Lokal Alue Punti Kampung Paya Tampah Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang tidak dibarengi dengan pengadaan bibit karet sesuai pemohonan dari warga, sehingga lahan pertanian yang telah dibersihkan kembali tumbuhi pohon pohon pisang hutan. Hal tersebut dijelaskan rekanan pelaksana PT FIFA Perdana dalam ‘teleconference’ antara Azaruddin Datok Penghulu Kampung Paya Tampah Pihak Rekanan dengan wartawan Suara Tamiang, Jum’at (08/5) lalu.

Dalam komunikasi tiga arah itu terungkap bahwa Datok Penghulu bersama warga yang membersihkan lahan pertanian lebih kurang 40 Hektar. Untuk lokasi pembangunan rumah warga ada sekitar 10 hektar dan 30 hektarnya juga sudah bersih siap tanam. Namun akibat bibit yang diusulkan tidak kunjung turun maka lahan tersebut kembali menjadi semak belukar serta ditumbuhi pohon pohon pisang hutan, sehingga diperlukan pembersihan ulang apabila ingin di tanami pohon karet. “Sedangkan di pekarangan rumah warga, sekarang ini sudah ditanami pohon rambutan bantuan Disnakertran provinsi.”

Sementara itu, pihak rekanan PT. FIFA dalam ‘teleconference’ itu menjawab, terkait pembersihan areal 40 hektar,  sudah dilaksaakan pihak rekanannya sejak bulan Mei 2014 silam. “Sudah kami kerjakan sesuai kontrak, penebangan hutan muda dan pembersihan areal yang banyak pohon pisang monyet, yang di kerjakan oleh Datok setempat dengan warga”.

Akan tetapi, kata pihak rekanan PT. FIFA tadi,  disaat kontrak berjalan di tahun 2014 tidak tersedianya bibit karet yang diminta warga, sehingga lahan yang sudah dibersihkan ditumbuhi lagi oleh ilalang dan rumput. Sedangkan bibit rambutan yang dibagikan untuk pekarangan sebanyak 20 btg/KK, sambungnya, sudah ditanam warga pada areal pekarangan yang sudah dibersih. “Bukan tidak kami kerjakan sama sekali atau fiktif, sedangkan kami sudah PHO di lokasi kerja tahun 2014. Kalau tidak kami kerjakan lahan dulu bagaimana kami bisa bangun rumah dan fasilitas lain seperti Masjid, dan gudang. Makanya kami pihak rekanan akan segera koordinasi dengan dinas terkait agar bibit segera dialokasikan supaya tidak terjadi tuding menuding antara warga dengan pihak lain,” terang pihak kontraktor.

Jika bibit tersedia, tandasnya, ia meyakini warga akan segera menggarap lahan yang telah terlantar hampir setahun itu. “Awal proyek bulan Mei 2014 dan sekarang sudah bulan Mei 2015, jadi wajar tumbuh ilalang, karena bibit belum ada,” tukasnya (Alam/Saiful Alam)

(dibaca 411 X)