LAKI Entikong Pertanyakan Kejelasan Identitas Cabup

| Share on Facebook

LensaKapuas, Sanggau

Identitas kependudukan dan status kewarganegaraan Bakal Calon Bupati Kabupaten Sanggau, Abang Ishar dipertanyakan LAKILaki Kalbar Desak Kejati Usut Kasus Perumahan Khusus Rakyat. Lanjut Baca ... » Entikong. Pasalnya, berdasarkan penelusuran pihak lembaga anti korupsi itu, bakal calon Bupati yang akan maju melalui jalur independent pada pilkada september 2013 nanti, diduga memperoleh kartu identitas diri dengan jalur khusus alias  kilat.

Ketua DPD Laskar Anti Korupsi (LAKI) Entikong, Stephanus Puen kepada LensaKapuas belum lama ini mengungkapkan, Abang Ishar telah menunjukan sikap yang tidak mencerminkan sebagai calon pemimpin daerah yang pantas dijadikan panutan. Alasannya, kata Puen, sebagai seorang yang berkeinginan menjadi Kepala Daerah, semestinya bakal  calon harus memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.  “Contohnya, mengenai  kejelasan identitas diri,” ujar Puen. “Sebagai warga negara yang baik, siapapun wajib memiliki identitas diri sesuai data yang sebenarnya. Apalagi bakal calon pemimpin,” imbuhnya.

Menurut Puen, Abang Ishar  memang lahir di Tanjung Bunga daerah Kembayan, tapi sudah puluhan tahun tinggal dan menetap di Malaysia, hingga  berkeluarga di sana. Seluruh keluarganya pun menetap di Malaysia.  ” Yang mengherankan, kata Puen, Setelah sekian lama di Malaysia dan sekembalinya ke Indonesia, dia justeru mengantongi identitas KTP daerah Balai Karangan. Sementara, dia tidak pernah berdomisili di daerah Balai, sesuai alamat yang tertera di KTP.  Inikan tidak benar, kita sudah croschek,” kata Dia.

Atas dasar itu, pihaknya mengindikasi, telah terjadi praktek manipulasi data identitas kependudukan yang dilakukan oleh yang bersangkutan dengan melipatkan aparat desa setempat. “Inikan aneh, orangnya tidak pernah tinggal disitu, koq tiba-tiba dikeluarkan KTP dengan alamat daerah itu. Jelas ada oknum aparat turut mambantu, sehingga berani mengeluarkan KTP Balai,” curiga Puen.

Menurutnya, siapapun yang berkeinginan menjadi pemimpin daerah Sanggau tidak ada masalah, selama status kewarganegaraanya jelas. “Yang kita pertanyakan, kejelasan identitasnya. Apakah dia Warga Negara Indonesia ataukah masih Warga Negara Asing. Karena tiap keluar masuk perbatasan, sepertinya sangat  gampang, tidak seperti orang lain” beber Puen.  “Yang kita kuatirkan, status kewarganegaraannya justeru ganda. Kalau di Indonesia pakai KTP Balai Karangan, tapi ketika ke Malyasia pakai IC Malaysia. Inikan jelas tidak benar,” timpalnya lagi.

Guna memperoleh kejelasan, ia  meminta kepada aparat berwenang untuk menelusuri. “Kita tekankan KPUD untuk lebih serius dan seksama dalam memeriksa kejelasan administrasi Kependudukan Calon tersebut. Dan kalau perlu  aparat Kepolisian juga untuk bisa membantu mengusut hal ini,” pinta pemilik Nomor Induk Anggota LAKI.0011/XVII.6/DPD.KB/03.13.

(Tim)

 

(dibaca 636 X)