Langkah Perbaikan Jembatan Kapuas I Dalam Proses

| Share on Facebook
Jembatan Kapuas I Pontianak (foto:budi/AWI)

Jembatan Kapuas I Pontianak (foto:budi/AWI)

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Kalimantan Barat Ir. Anugrah Rachmanto, M.T. menjelaskan, tertabraknya pilar utama  jembatan Kapuas I Pontianak yang kesekian kalinya beberapa waktu lalu mengakibatkan  sejumlah elemen penting pada struktur jembatan rusak cukup parah.  “Ada elemen-eleman struktur jembatan yang mengalami keretakan cukup lebar dan panjang serta rompal dan  pergeseran bering pad,” ungkap Anugrah di Pontianak belum lama ini.

Sebagai langkah antisipasi, kata dia,  atas inisiatif Pemerintah Kota Pontianak maka digelar rapat koordinasi antara yang melibatkan seluruh stakeholders, diantaranya : Pemkot Pontianak, Pemprov Kalbar, Pemerintah Pusat, dan para pemangku kepentingan di kantor Wali Kota Pontianak. Adapun kesimpulan ketika itu, kata Anugrah,  sebagai berikut :

  • Pembatasan Kendaraan yang boleh melintasi diatas jembatan kapuas, dimana hanya kendaraan roda 2 (dua) saja yang boleh melintas di atas jembatan Kapuas I tersebut.
  • Pembatasan muatan/bobot dari ponton/tongkang yang akan melintasi antar pilar di bawah jembatan Kapuas I dilakukan pemanduan, dan tidak diizinkan ponton/tongkang melintasi dibawah jembatan Kapuas I tersebut tanpa pengawalan. Ponton/tongkang tersebut harus ada kapal penarik (tug boat) dan assist yang memiliki horse power yang cukup, karena arus di bawah jembatan Kapuas I tersebut sangat deras.
  • Harus ada Pos Pemantauan Terpadu, yang dikoordinator oleh Dinas Perhubungan Kota Pontianak.
  • Dampak dari penutupan sementara ini, tentunya akan berdampak kemacetan yang luar biasa dan sudah merupakan tupoksi dari Dit.Lantas Polda maupun DLLAJ untuk dapat melakukan Rekayasa Lalu lintas agar dapat mengurai kemacetan yang ada.
  • Bagi Pihak Penabrak harus dilakukan penegakkan hukum dan dimintai pertanggungjawaban serta harus/wajib melakukan penggantian terhadap aset negara / fungsi fasilitas publik yang rusak.

Sebelum itu, menurut penuturan Kabid bina Marga pengganti Ir Putu Srinata itu,  Gubernur Kalbar sudah membuat Instruksi Gubernur yang meminta kepada Instansi terkait baik di tingkat provinsi maupun kota untuk mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu sebagaimana ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Dijelaskan Anugrah, sambil menunggu proses hukum yang sedang berjalan, dan mengingat kondisi jembatan kapuas tersebut pihak Kementerian PU yang memiliki kewenangan atas jembatan kapuas I tersebut, sudah melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
– Melakukan kajian dan mendata tiap elemen jembatan yang mengalami kerusakan.
– Melakukan analisa dan perhitungan kembali terhadap kekuatan sisa yang ada.
– Memberikan solusi alternatif penanganan untuk tanggap daruratnya.
– Memberikan rekomendasi tehnis untuk pekerjaan perkuatan secara permanen.
– Melaksanakan pelaksanaan Perkuatan jembatan Kapuas I sesuai rekomendasi tehnis.
– Melakukan pengujian/uji beban, setelah pekerjaan perkuatan tersebut selesai.
– Membuka kembali arus lalu lintas, apabila secara tehnis sudah dinyatakan aman dan clear.

Namun, lanjut Anugrah, semua tahapan-tahapan itu memerlukan proses waktu, sehingga kesabaran semua pihak sangat diharapkan. Ia juga berharap agar konsentrasi pihaknya selaku penyelenggara jalan (termasuk jembatan) tidak terganggu oleh sejumlah pemberitaan di media yang terkesan membentuk opini yang tidak baik. “Pemberitaan harus dilakukan check dan balances sesuai Kode Etik Jurnalistik, harus berdasarkan fakta dan data yang valid,”  pinta Kabid Bina Marga PU Prov. Kalbar. (novi/BG)

(dibaca 694 X)