Laporan Palsu PT Veneta Untuk Takuti Mantan Karyawan

| Share on Facebook

LensaKapuas, Pontianak

Kepala Bidang Tenaga Kerja,  Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Pontianak,  Najwa, S.Sos mengatakan,  untuk memperjelas dan mendalami kasus yang menimpa Eka Setiadi mantan karyawan PT.Veneta Nusantara, dirinya akan menurunkan tenaga pengawas untuk melakukan pemeriksaan dan investigasi terhadap perusahaan yang memproduksi isi ulang tinta printer merk Refill tersebut.” Dalam waktu dekat akan segera kita laksanakan,” tegas Najwa, yang dampingi Kasi Mediasi, Zuriati atau yang biasa di panggil Butet saat ditemui wartawan di ruang kerjanya baru-baru ini.

Najwa mengakui  belum terlalu memahami secara lebih mendalam kasus tersebut. Namun demikian, dirinya tetap berjanji, jika ditemukan bukti yang kuat, maka akan menindak tegas perusahaan.

Najwa menambahkan, terhadap  Mely, pihak perusahaan sudah memberikan pesangon sebesar Rp.6.000.000, sedangkan untuk Eka belum mendapatkan pesangon karena menunggu hasil pemeriksaan polisi.  Anehnya, kata Najwa,  bukti laporan yang diterima pihak PT. Veneta dan dilampirkan ke Naker kota hanya berupa bukti seperti kwitansi biasa, tanpa ada Kop Kepolisiaan resmi, tanpa stempel, dan  nama serta pangkat jelas penerima laporan.  “Ada indikasi,  itu adalah bukti laporan palsu yang sengaja dibuat untuk menakut-nakuti mantan karyawan yang dipecat,” tandasnya.

Dilain sisi, Eka Setiadi mengungkapkan, bahwa masih banyak pelanggaran yang dilakukan pihak PT. Veneta.  “Kita berhenti dan tak boleh kerja di tempat laeka karyawan pt venetain selama 5tahun dan denda Rp.250 juta jika melanggar, selain itu masih banyak pelanggaran lainnya,” kata Eka.

Untuk itu, Eka berjanji akan membuka semua keburukan dan pembohongan perusahaan tersebut selama ini. ” Namun yang paling penting, secepatnya pesangon yang merupakan hak kami segera dibayarkan,” harapnya.

Eka sempat bingung ketika dirinnya melalui kuasa hukumnya dianggap “mengemis-ngemis” pesangon oleh Silvie,  Manager Operasional PT Veneta Pusat. Eka juga merasa di Zholimi. Untuk itulah ia melakukan perlawanan, agar  agar kejadian seperti dirinya tidak menimpa kepada orang lain (novi/fauzi)

(dibaca 601 X)