LSM AHF Imbau Pemerintah Selesaikan Kemelut Sipil Bersenjata

| Share on Facebook

Kelompok sipil bersenjata di Aceh

Kelompok sipil bersenjata di Aceh

LENSAKAPUAS, LANGSA –  Ketua LSM AHF (Aceh Human Foundation) Abdul Hadi Abidin menghimbau Pemerintah Aceh menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum penyelesaian konflik dan kesenjangan sosial seperti persoalan Din Minimi Cs yang berujung kemelut bersenjata. “Saya berharap di bulan penuh berkah ini Pemerintahan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf (Zikir) dapat menyelesaikan pergerakan sipil bersenjata dengan penuh kedamaian, kesejukan dan kekeluargaan,” ungkap Abdul Hadi yang akrab disapa Adi Maros ketika dihubungi dari Langsa, Kamis (25/6) sore.

Dikatakannya, bahwa persoalan Din Minimi adalah berawal dari kekecewaan terhadap janji politik Zikir semasa kampanye. Kemudian, diperparah lagi dengan sikap pemerintah yang malah menonjolkan perbedaan pandangan diantara keduanya.

Seharusnya, kata dia, Din Minimi Cs diakomodir agar tidak ada konflik baru yang dapat memecah-belah sesama. “Pemerintah Zikir harus dapat mengatasi persoalan ini dengan bijak dan memenuhi tuntutan mereka, bukan malah menyerang,” saran Adi.

Menurut dia, apa yang dituntut kelompok Din Minimi adalah sebuah kewajaran, karena mereka hanya meminta pemimpin Aceh untuk merealisasikan janjinya ketika kampanye dulu. “Sudah menjadi kewajiban Gubenur untuk menyejahterakan rakyatnya. Terlebih warga miskin, para janda dan anak yatim korban konflik,” ujar Adi Maros.

Ketua LSM AHF ini pun sangat menyayangkan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang tidak mumpuni dalam meramu perencanaan pembangunan Aceh. Padahal, kata dia, begitu banyak uang yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat, akan tetapi pengelolaamya sangat buruk, sehingga akhirnya harus dikembalikan lagi ke pusat. “Seharusnya Gubernur bisa merancang pembangunan yang menyentuh akar permasalahan masyarakat Aceh, bukan malah memperkaya diri dan kroninya,” tegas Adi. Bila dikelola dengan baik dan memperhatikan penderitaan rakyat miskin hingga di pelosok daerah, sambungnya, niscaya tidak akan ada gerakan perlawanan rakyat untuk menuntut keadilan seperti yang dilakukan Din Minimi CS.

Untuk itu, dirinya meminta kerendahan hati Gubenur dan Wakil Gubernur untuk melakukan langkah persuasif dalam menyelesaikan kemelut bersenjata yang digawangi Nurdin alias Din Minimi Cs. “Saya yakin Gubernur tidak tega melihat nyawa bangsanya kembali melayang karna memperjuangkan ketidakadilan,” yakin Adi.

Selanjutnya, ia pun menghimbau Pemerintah Aceh untuk berpikir dengan kepala dingin dan mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan. “Mari jadikan Ramadhan sebagai bulan suci penuh berkah, kedamaian, dan hilangkan silang pendapat menuju Aceh makmur, sejahtera, damai dan religius,” ajaknya.

Sebagai bentuk keseriusannya, Ketua LSM AHF ini menyatakan kesiapan dirinya untuk menjadi fasilitator guna proses mediasi antara Pemerintah Aceh dan kelompok Din Minimi. “Saya siap melakukan mediasi. Semoga Ramadhan ini penuh berkah,” pungkas Adi Maros (Alam)

(dibaca 689 X)