Mabuk Berat, Bos Restoran Tabrak Motor

| Share on Facebook

LensaKapuas, Pontianak

Membawa kendaraan dalam kondisi tidak normal dapat menyebabkan kecelakaanKapolda : Pentingnya Tertib Berlalu Lintas. Lanjut Baca ... » lalu lintasKapolda : Pentingnya Tertib Berlalu Lintas. Lanjut Baca ... » akibat. Seperti kejadiannya pada minggu pekan lalu,  di Jl. Tanjugpura Pontianak sekitar pk. 23.00 wib. Akibat mabuk, seorang pengmudi mobil sedan menabrak pengendara motor.

Kronologisnya, menurut penuturan saksi  warga yang kebetulan melihat kejadian tersebut, sedan silver BMW dengan nomor polisi KB 88 MA  melaju dengan kecepatan tinggi dan berjalan sedikit zigzag. ” Tepat ditikungan, dekat cafe tenda biru tiba-tiba mobil tersebut menabrak sepeda motor beat dengan nomor polisi 4350 QR yang dikendarai oleh tiga orang remaja putri,” tutur saksi warga.

Kontan saja, ketiga remaja yang menjadi korban,  Tari, Siska dan Rekannya itu terlempar ke badan jalan. Bahkan korban Tari pingsan seketika. Dalam suasana yang panik tersebut, pengendara mobil sempat enggan keluar dari dalam mobil. Ulahnya sempat menyulut emosi  pengendara lain dan warga sekitar. Pengemudi mobil, DJ yang kemudian keluar sempat menjadi bulan-bulanan massa akibat ulahnya menyetir mobil dalam kondisi mabok.

Salah seorang wanita pekerja karaoke yang berada dilokasi kejadian menuturkan, bahwa DJ baru pulang dari karaoke Ibizza Pontianak bersama seorang rekan prianya. DJ, menurut keterangan sumber adalah pemilik Golden Chef restoran yang terletak di depan pasar Flamboyan Pontianak.

Suasana sedikit terkendali, setelah beberapa Anggota Polisi Lalu Lintas yang bertugas di Pos Lantas Polresta Tanjung Pura turun ke lokasi kejadian. Pengemudi mobil  beserta kendaraanya dan motor korban langsung diamankan petugas. Sementara, korban dilarikan ke UGD RS Antonius Pontianak.

Kasat Lantas Polresta PontianakPolresta Pontianak Gelar Perkara 332 Kasus. Lanjut Baca ... », AKP Jovan Sumual saat di hubungi via ponsel keesokan harinya  menjelaskan, kasus tersebut masih dalam penyidikan anggotanya. “Sesuai dengan UU no 22 th 2009 tentang LLAJ  pasal 310 ayat 3, pelaku dikenai ancaman pidana hukuman  5 tahun penjara  dan atau denda 10 juta rupiah,” jawab Jovan.

(novi/fauzi)

(dibaca 940 X)